ISSN 2085-0050 7 J. Ind.Che.Acta Vol. 4 (1) November 2013 UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN TOKSISITAS EKSTRAK AKAR TANAMAN Amaranthus spinosus M.Almurdani*, Christine Jose, Hilwan Yuda Teruna Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Riau Kampus Binawidya KM 12,5 Simpang Baru Pekanbaru, 28293, Indonesia Email :malmurdani@yahoo.com Abstract The aim of this study was to determine the antioxidant and toxicity activities of n-hexane, ethyl acetate and methanol root extracts of Amaranthus spinosus (family: Amaranthaceae). Antioxidant activities of the crude extracts was assessed by means of DPPH free radical scavenging method used ascorbic acid as standard with IC 50 value was 43.22 μg/mL. A. spinosus showed ethyl acetate extract demonstrated the good antioxidant activity with IC 50 value of 72,08 μg/mL. The n-hexana and methanol extract were not active antioxidant. The Brine shrimp lethality bioassay method was used to determine the cytotoxicity activities. The LC 50 values of n-hexane, ethyl acetate and methanol extracts were 10.14, 40.23, and 120.18 μg/mL, respectively. Keywords: Amaranthus spinosus, antioxidant, DPPH, toxicity Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan toksisitas ekstrak n-heksana, etil asetat dan metanol akar Amaranthus spinosus (family: Amaranthaceae). Aktivitas antioksidan dari ekstrak total ditentukan dengan metode radikal bebas DPPH dimana asam askorbat sebagai standar dengan nilai IC 50 adalah 43,22 μg/mL. Ekstrak etil asetat A. spinosus menunjukkan aktivitas antioksidan yang baik dengan nilai IC 50 72,08 μg/mL, sedangkan ekstrak n-heksana dan metanol tidak aktif. Aktivitas toksisitas ditentukan dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) Nilai LC 50 ekstrak n-heksana, etil asetat dan metanol masing masing adalah 10,14; 40,23; dan 120,18 μg/mL Kata Kunci: Amaranthus spinosus, antioksidan, DPPH, toksisitas PENDAHULUAN Bayam berduri (Amaranthus spino- sus) adalah salah satu tanaman obat yang tersebar di Amerika, India dan Asia Teng- gara. Tanaman ini biasanya tumbuh secara liar di semak-semak, di pingir jalan, tempat pembuangan sampah, halaman rumah dengan ketinggian 50-100 cm (Kumar et al., 2000). Berdasarkan hasil wawancara dengan masyarakat tradisional suku Talang Mamak Desa Durian Cacar Kabupaten Indragiri Hulu, Riau diperoleh informasi bahwa daun dan akar bayam berduri dapat dijadikan obat batuk, asma, peluruh haid, penurun panas, bisul, penghilang bengkak, kudis, meningkatkan ASI, antiracun hewan berbisa seperti ular, lebah, kalajengking, lipan dan hewan berbisa lainnya. Daun dan akar A. spinosus dapat di- gunakan sebagai obat tapal memar, luka bakar, luka peradangan, kencing nanah, dan eksim (Hussain et al., 2009). Gambar 1. A. spinosus yang ditanam di kebun KOMPPOS-EM FMIPA UR Uji toksisitas ekstrak kloroform, n- heksana dan ekstrak etil asetat daun A.