170210110019 1 Ravio Patra Diplomasi: Teori dan Praktik Program Sarjana Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran KRISIS MISIL KUBA (CUBAN MISSILE CRISIS) 1962 Selama 13 hari pada bulan Oktober 1962, ketegangan pecah antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet dan Kuba. Konfrontasi yang kemudian dikenal luas dengan sebutan Krisis Misil Kuba (Cuban Missile Crisis) ini juga dikenal sebagai Krisis Oktober atau Krisis Karibia. Dalam peta sejarah Perang Dingin (Cold War), krisis ini merupakan kejadian yang paling potensial ketika itu untuk berakhir dengan perang nuklir yang ditakutkan oleh banyak pihak. 1 Dalam studi Hubungan Internasional, krisis ini acapkali menjadi studi kasus paling laten dalam memahami konsep kehancuran bersama (mutual assured destruction) 2 bahkan hingga saat ini. Pascapercobaan Amerika Serikat untuk menggulingkan pemerintah Kuba di bawah pimpinan Osvaldo Dorticós Torrado, Uni Soviet dengan komando Nikita Khrushschev mengajukan tawaran untuk memosisikan misil di Kuba sebagai deteren. Hal ini bisa jadi merupakan reaksi Uni Soviet atas kebijakan Amerika Serikat memosisikan misil nuklir di Turki dan Italia beberapa waktu sebelumnya. 1 Marfleet (2002), h. 545. 2 Mutual Assured Destruction atau MAD adalah doktrin militer yang menyatakan bahwa kepemilikan senjata pemusnah massal (weapons of mass destruction), dalam kasus ini berupa nuklir, oleh dua pihak yang berkonflik dapat berakibat fatal pada kehancuran dua belah pihak. Dengan kata lain, meskipun diniatkan sebagai deteren, konfrontasi yang berakhir pada perang dengan penggunaan senjata jenis ini hanya akan membawa kehancuran tanpa kemenangan, hanya kekalahan, bagi semua pihak yang terlibat. Lihat Parrington (1997) untuk perdebatan mengenai topik ini.