Wiryanto Dewobroto – Universitas Pelita Harapan – Mei 2012 1/90 Menyongsong Era Bangunan Tinggi dan Bentang Panjang Bagian I : Tinggi, Super-tinggi dan Mega-tinggi Wiryanto Dewobroto Universitas Pelita Harapan wiryanto.dewobroto@uph.edu Abstrak Pelaksanaan gedung tinggi tidak sekedar masalah menambah jumlah lantai saja. Itu terkait erat dengan kemajuan ilmu dan teknologi untuk material, komputer simulasi (gempa, angin maupun tahapan konstruksi), uji terowongan angin, sistem perancah, pompa beton kapasitas tinggi dan lainnya. Dapat dikatakan, mempelajari progress kemajuan gedung tinggi, ibarat mengenal kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi itu sendiri. Saat ini gedung tinggi tidak sekedar super-tinggi, dengan selesainya Burj- Khalifa Tower (828 m, 2010) di Dubai, maka era gedung mega-tinggi sudah dimulai. Apakah itu relevan dipelajari. Jangan salah sangka, meskipun penduduk Indonesia mayoritas masih asing dengan gedung-gedung tinggi (kecuali di Jakarta), ternyata CTBUH (2012) mencantumkan nama Indonesia atas adanya rencana pembangunan gedung mega-tinggi (> 600 m) di Jakarta. Fakta tak terduga, oleh karena itu tidak salah kiranya jika para praktisi dan akademisi bidang rekayasa teknik sipil perlu mempersiapkan diri. Itulah salah satu maksud ditulisnya makalah ini, yang berisi pengenalan lebih dekat, melalui pendekatan yang komprehensif tetapi memotivasi, berdasarkan falsafah ilmu struktur untuk memahami kemajuan rekayasa teknik sipil pada gedung-gedung high-rise, super-tall maupun yang trend saat ini : mega-tall. Key words : high-rise, tall-building, super-tall, mega-tall, CTBUH