KONSENTRASI MEDIA MASSA DAN MELEMAHNYA DEMOKRASI Oleh: Henry Subiakto (Dosen Jurusan Komunikasi FISIP dan Program Pascasarjana Studi Media dan Komunikasi Universitas Airlangga) This article tells about globalization and the tend of concentration media ownership on the world. It’s impact to reduce democracy in many countries. Like in United States, United Kingdom, also Indonesia. Ownerships is very important aspect of journalism. Many studies indicates, ownership interferes the independency of editors . The content of the media always reflect the interest those who finance them. Key word of this article are globalization, media concentration, and the decline of democracy Globalisasi Budaya Perkembangan teknologi komunikasi dan transportasi telah m engubah dunia. Dulu tak ada orang membayangkan, dunia yang begitu luas akan menjadi desa global ( global village ). Tahun 1964 ketika Marshall Mc Luhan mengemukakan teori determinisme teknologi dalam buku Understanding Media, banyak orang yang sulit mengert i, dan tidak bisa membayangkan konsepsi global village. Pemikiran Mc Luhan saat itu dinilai kontroversi, dan membingungkan. Tapi sekarang, globalisasi memang benar -benar menjadi kenyataan. Penduduk dunia saling berhubungan semakin erat hampir di semua as pek kehidupan. Dari bertukar informasi, budaya, perdagangan, i nvestasi, pariwisata, hingga persoalan pribadi, ataupun aspek kehidupan lain. Semakin nyata perkembangan teknologi komunikasi secara signifikan memang berimbas ke berbagai sektor. Media massa g lobal seperti CNN, MTV, CNBC, HBO, BBC, ESPN, dan lain -lain, telah menjangkau dan menembus yuridiksi berbagai negara. Informasi mengalir deras melalui jaringan media global dan kantor-kantor berita internasional, seperti Reuters, UPI, AP, AFP dan lain - lain. Informasi-informasi itu sering dimaknai di dalamnya mengandung kebudayaan, maka terjadilah penyebaran budaya global. Media massa berperan sebagai kekuatan trend setter untuk isu-isu global, baik persoalan politik seperti