ANIAYA Kata zalim berasal dari bahasa Arab yaitu dari kata ُ م ِ لْ ض َ – ي َ م َ ل َ ض yang berar gelap,,aniaya, rugi, atau menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya. Sedangkan menurut islah zalim adalah perbuatan yang melampaui batas terhadap jiwa, harta atau kehormatan orang lain dan menentang terhadap kebenaran. Aniaya adalah perbuatan bengis seper penyiksaan atau penindasan terhadap orang lain di luar batas kemanusiaan. Menganiaya berar menyiksa, menyaki dan berbagai bentuk kedak sewengan seper menindas, mengambil hak orang lain dengan paksa dan lain-lainnya. Aniaya termasuk perbuatan tercela yang dibenci Allah SWT bahkan sesama manusia. Berbuat Aniaya berar berbuat dosa.Oleh karena itu, aniaya akan mendatangkan akibat-akibat buruk yang akan diterima oleh pelakunya. Dewasa ini banyak sekali perilaku aniaya bahkan telah menjadi trend dikalangan orang yang memiliki kedudukan nggi. Mereka selalu menilai seseorang dan memperlakukan seseorang sesuai dengan status sosialnya. Bila seorang pejabat telah menilai seseorang itu jauh lebih rendah dari status sosial yang di jabatnya, bukan dak mungkin ia akan berbuat seenaknya sendiri. Dalil : ا َ م ن ِ ُ اءَ ز َ جَ ين ِ ذ الَ ونُ ب ِ ار َ حُ ي َ ُ ه َ ولُ س َ ر َ وَ نْ و َ عْ س َ ي َ و ي ِ ف ِ ضْ ر َ ْ ا اً اد َ س َ فْ ن َ وا ُ ل ت َ قُ يْ و َ واُ ب ل َ صُ يْ و َ َ ع ط َ ق ُ ت ْ م ِ يه ِ دْ ي َ 3 ْ مُ ه ُ لُ جْ ر َ َ وْ ن ِ مٍ فَ ِ خْ و َ اْ و َ ف ْ نُ يَ ن ِ م ِ ضْ ر َ ْ اۚ َ ك ِ ل ٰ َ ذ ْ مُ ه َ لٌ ي ْ ز ِ خ ي ِ ف ا َ ي ْ ن الدۖ ْ مُ ه َ ل َ و ي ِ ف ِ ة َ ر ِ خ ْ اٌ اب َ ذَ ع ٌ يم ِ ظَ ع Dalil Arnya: “Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bermbal balik[414], atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.” (QS Al Maidah : 33)