Asesmen Pembelajaran di SD 7-1 REFLEKSI PROSES DAN HASIL ASESMEN Dwi Priyo Utomo Pendahuluan etelah Anda mempelajari berbagai cara dalam melakukan asesmen, marilah sekarang kita lanjutkan materi tentang refleksi terhadap proses dan hasil asesmen tersebut. Asesmen yang kita lakukan akan tidak banyak gunanya tanpa adanya refleksi atas apa saja yang telah terjadi untuk memperbaiki langkah-langkah berikutnya. Melakukan refleksi berarti memikirkan dan merenungkan kembali aktivitas yang telah kita lakukan, kemudian menjadikan hasil perenungan tersebut sebagai cermin bagi aktivitas-aktivitas kita berikutnya. Dalam melaksanakan pembelajaran, selalu saja kita temukan berbagai kelemahan, baik dari segi perencanaan, pelaksanaan, maupun penilaiannya. Sebaik apapun kita mengajar, selalu ada kelemahan disana-sini. Tentu saja, seiring dengan pengalaman yang kita miliki, hendaknya semakin sedikit kelemahan yang kita lakukan. Kita tidak ingin melakukan kesalahan serupa pada pembelajaran berikutnya. Kita tidak ingin terperosok pada lubang yang sama, bukan? Oleh karena itu, belajar dari kesalahan untuk menjadikannya sebagai bahan perbaikan adalah sebuah langkah yang bijaksana. Tanpa adanya refleksi, tidak mudah bagi kita untuk mengetahui bagian-bagian atau aspek-aspek mana dari pembelajaran yang kita lakukan masih salah atau lemah. Kadangkala kita menganggap atau bahkan meyakini bahwa apa yang telah kita lakukan selama ini merupakan aktivitas pembelajaran yang baik dan benar. Pembelajaran yang kita lakukan selama ini kita anggap sebagai ’ritual’ yang harus dilakukan. Sebuah ’pakem’ yang harus diikuti, sehingga tidak perlu dianalisa dan dikritisi. Seiring dengan meningkatnya pemahaman kita akan hakikat asesmen pembelajaran, kita menjadi semakin terbuka untuk menerima kritik, baik kritik dari diri sendiri (autocritic) maupun S Unit 7