Survey : Integrasi Wireless Sensor Network dengan Cloud Computing Arif Setiawan Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Universitas Gadjah Mada Jl. Grafika No.2 Yogyakarta - 55281 Arif.setiawan.mti13@mail.ugm.ac.id Intisari- Penggunaan Wireless Sensor Network semakin meluas dari tahun ketahun. Dimulai dari pemanfaatan dalam bidang militer hingga saat ini mencakup seluruh bidang kehidupan manusia. Dengan semakin banyaknya sensor yang digunakan maka akan ditemui beberapa kendala dalam implementasi sensor network di lapangan. Dari masalah routing yang semakin komplek, keterbatasan bandwidth untuk komunikasi, terbatasnya kapasitas penyimpanan hingga proses komputasi untuk pemrosesan data. Salah satu solusi yang menjadi tren saat ini yaitu penggabungan Wireless Sensor Network dengan Cloud Computing. Paper ini akan menyajikan review beberapa framework integrasi Wireless Sensor Network dengan Cloud Computing yang secara khusus membahas masalah-masalah tersebut. Review ini diharapkan mampu menjadi pijakan bagi para peneliti untuk riset kedepan. Kata Kunci- Wireless Sensor Network, Sensor Network, Cloud Computing I. PENDAHULUAN Wireless Sensor Network (WSN) pada awalnya dikembangkan sebagai aplikasi militer untuk digunakan dalam survei medan perang. Namun seiring dengan perkembangan zaman, teknologi WSN sudah dipakai di berbagai bidang kehidupan. WSN terdiri dari kumpulan sensor node yang saling berkolaborasi dan saling memproses dalam sebuah area network[1] . Sebuah WSN terdiri dari 3 elemen yaitu sensor node, sink node dan user node. Sensor node merupakan jantung dari sebuah jaringan WSN. Sensor node berfungsi untuk memonitoring objek, memroses data, menyimpan data dan kemudian mentransmit data ke sink node. Sebuah sensor node dapat memonitoring berbagai macam hal seperti suhu, tekanan, cahaya, arah angin dll. Di setiap sensor node ini terdiri dari sebuah pemancar sinyal radio, sebuah mikrokontroller sebagai processing unit dan sumber energi dari sebuah baterai. Sebuah WSN memiliki 3 fungsi utama, yaitu sensing, processing dan komunikasi[2]. Contoh dari WSN antara lain, sensor kamera, sensor inframerah, sensor suhu dll. WSN telah diimplementasikan dalam berbagai bidang seperti kesehatan, militer, penanggulangan bencana, sensor pemantau bangunan, hingga sensor pemantau gunung berapi. Sensor-sensor ini menyediakan data yang berbeda-beda sesuai dengan fungsi dan tugas utamanya. Namun, pemanfaatan WSN masih memiliki beberapa kendala seperti, kendala komunikasi, kapasitas penyimpanan dan sumber daya energi. Untuk pemanfaatan WSN dalam skala kecil kendala-kendala diatas sudah teratasi. Namun jika WSN digunakan dalam skala area yang besar dengan penggunaan sensor yang sangat banyak kendala-kendala tersebut akan muncul, ditambah lagi dengan kondisi lingkungan yang memiliki banyak penghalang seperti gedung, pohon, dan jurang. Dengan tidak maksimalnya penggunaan WSN tersebut maka diperlukan solusi akan hal ini. Salah satu solusi yang sedang menjadi tren saat ini yaitu penggabungan WSN dengan Internet. Integrasi WSN dengan internet membutuhkan infrastruktur yang kuat untuk proses pengambilan dan pemrosesan data. Dalam hal ini cloud computing mampu memberikan teknologi dengan skalabilitas yang tinggi. Cloud computing menyediakan banyak services seperti penyimpanan, aplikasi, akses data dan komputasi yang tidak membutuhkan sebuah lokasi fisik dan konfigurasi yang terlalu rumit [3]. Integrasi WSN dengan Cloud computing telah memunculkan istilah baru yaitu sensor cloud[4]. Sensor cloud merupakan sebuah penamaan untuk sensor fisik yang mampu dikendalikan dalam infrastruktur cloud. Dengan penggunaan sensor cloud ini maka beberapa kendala WSN akan teratasi. Masalah seperti sedikitnya kapasitas penyimpanan dan terbatasnya kemampuan komputasi akan hilang. II. DASAR TEORI Sebuah WSN terdiri dari sensor-sensor yang saling berhubungan untuk memonitor suatu keadaan objek, seperti suhu, suara, getaran dan tekanan. Perkembangan WSN pertama kali dilakukan oleh pihak militer untuk melakukan monitoring terhadap keadaan lapangan peperangan. Sekarang ini WSN telah digunakan dalam berbagai bidang baik dibidang industri maupun sipil seperti Alarm Net[5], dan CodeBlue[6] di bidang kesehatan. Juga di di bidang monitoring lingkungan seperti pemantauan gunung berapi [7], pemantauan kondisi tanah [8], di bidang arsitektur seperti Structural Healthy Monitoring(SHM) [9] hingga monitoring kapal di lautan [10]. Dalam setiap sensor dalam WSN biasa terdiri dari sebuah pemancar sinyal radio, mikrokontroller dan sumber daya, biasa menggunakan sebuah baterai. Ukuran dari sebuah sensor network bervariasi dari ukuran sebesar kotak sepatu hingga sekecil kerikil. Sensor network merupakan susunan jaringan komputer yang terdiri dari sensor node dengan jumlah yang besar [2]. Sensor node berukuran kecil dan murah sehingga dapat diproduksi dan disebar dalam jumlah yang banyak dalam suatu area. Ada berbagai macam sensor seperti sensor tekanan, accelerometer, kamera, infra merah , mikrofon dll. Sensor-sensor ini memonitor kondisi suatu lokasi seperti