Jurnal Tingkat Sarjana bidang Senirupa dan Desain Perancangan Game “Vimala” Sebagai Media Untuk Mempopulerkan Pancasila Secara Menghibur Dan Informatif Andika Pradana / Drs. Iman Sudjudi, M. Sn. Program Studi Sarjana Desain Komunikasi Visual,, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB Email: overweight_cat@yahoo.com Kata Kunci : Game, Roleplaying Game, Pancasila Abstrak Setiap Negara yang terbentang di dunia memiliki keunikan dan keragamannya masing-masing berdasarkan kebenarannya masing-masing yang mereka pegang teguh sehingga menjadi sesuatu yang disebut dasar negara. Setiap warga negara perlu menghayati dan mengetahui keberadaan dan isi dari dasar negara yang membangun kehidupan mereka tersebut. Indonesia merupakan sebuah negara yang memiliki nilai dasar yaitu Pancasila, yang harus dipahami dan dihayati oleh setiap anggota masyarakat Indonesia. Namun masyarakat khususnya remaja mulai tidak peduli dengan Pancasila. Lebih dari 90% remaja sangat suka bermain game dan game berbasis komputer adalah salah satu yang paling banyak dimainkan. Tujuan penelitian ini adalah membuat sebuah permainan yang bertujuan untuk mempopulerkan nilai-nilai dari Pancasila menjadi sesuatu yang baru dan informatif kepada remaja berusia 15 tahun ke atas. Abstract Every nation has its characters based on their people’s belief and eventually become national values. Every citizen needs to know, to understand and to embrace those national values . Indonesia’s national values titled Pancasila must be understand and embraced by all Indonesian citizen especially the youth. This research depicts the design process of computer games that elaborates Pancasila for teenagers. This because Indonesia’s teenager are highly into computer games. 1. Pendahuluan Seperti kita ketahui, terdapat berbagai macam Negara di seluruh penjuru dunia. Mulai dari Amerika , Eropa , Asia , Australia dan Afrika. Setiap Negara tersebut memiliki ciri khasnya masing-masing. Setiap Negara pasti memiliki beberapa suku bangsa, kebudayaan dan agama. Namun mereka dapat hidup berbaur satu dengan yang lainnya dengan rukun dan menjaga toleransi antar kebudayaan yang berbeda. Setiap Negara memiliki pedoman hidupnya masing- masing yang mereka pegang teguh demi terciptanya suatu kehidupan yang sejahtera dan adil. Sama halnya seperti Indonesia, mereka memiliki berbagai aneka ragam kebudayaan yang berlimpah , yang merupakan suatu nilai yang patut dilestarikan dan dijaga. Semua keanekaragaman tersebut diatur dalam sebuah perjanjian yang disebut Pancasila. Pancasila merupakan dasar Negara Indonesia yang berhasil mempersatukan Indonesia dan mejadi pedoman ideology yang dipegang oleh setiap penduduk Indonesia sendiri. Segala tindakan yang berazaskan Pancasila akan menuju kepada tujuan dari Pancasila itu sendiri. Namun seiring dalam mencapai tujuan dari Pancasila itu sendiri, seringkali terdapat rintangan dan halangan. Setiap rintangan tersebut dapat berasal dari berbagai pihak. Baik dari pihak dalam maupun dari pihak luar. Hambatan-hambatan dari pihak luar contohnya adalah krisis ekonomi global yang berpengaruh pada setiap Negara di dunia. Adapun hambatan-hambatan dari dalam adalah hal-hal yang disebabkan oleh sumber-sumber yang berasal dari dalam itu sendiri , seperti contohnya kriminalitas dan sebagainya. Hambatan-hambatan dari luar sangat sulit untuk melakukan tindakan preventif. Namun untuk menghadapi setiap hambatan dari luar, hendaknya kita perlu membangun pertahanan dan menata bagian dari dalam terlebih dahulu. Setiap permasalahan dan kendala yang berasal dari dalam harus diselesaikan dan juga ditekan seminim mungkin agar kita bisa fokus terhadapat permasalahan dari luar. Seperti kita ketahui dasar Negara Indonesia adalah Pancasila. Maka dari itu setiap tindakan dari manusia nya hendaknya berpaku pada pedoman yang dipegang masyarakat itu sendiri yang dalam hal ini harus berpegang teguh pada Pancasila. Dan untuk membuat setiap masyarakat Indonesia melaksanakan nilai- nilai Pancasila demi tercapainya tujuan dari Pancasila itu sendiri, setiap warga Negara Indonesia harus memahami dan