Pengaruh Ekstrak Daun Binahong (Anredera cordifolia) Terhadap Respon Potensial Membran Sel Telur Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Dalam Air Tercemar Senyawa Hidrogen Peroksida Nur Fitria Lestari Ningsih 1 ; Drs. Unggul P. Juswono, M. Sc 2 ; dr. Kusharto, M.Pd 3 Jurusan Fisika FMIPA Universitas Brawijaya Email : nur_fitrialn@yahoo.co.id ABSTRAK Indonesia merupakan negara yang kaya akan wilayah perairannya. Namun seiring dengan perkembangan industri selain memberikan dampak positif juga memberikan dampak negatif bagi lingkungan khususnya wilayah perairan. Salah satu dampak negatif yang ditimbulkan yaitu terjadinya pencemaran wilayah perairan akibat pembuangan limbah industri. Salah satunya adalah hidrogen peroksida yang merupakan bahan utama dalam industri penyamaan kulit. Cara penanggulangan akibat pencemaran serta pelindung organisme salah satunya dapat menggunakan antioksidan. Sehingga perlu dilakukan penelitian pengaruh ekstrak daun Binahong (Anredera cordifolia) terhadap respon potensial membran sel telur ikan lele Dumbo (Clarias gariepinus) dalam air tercemar senyawa hidrogen peroksida. Potensial membran sel telur ikan lele Dumbo dapat di ukur dengan menggunakan mikroelektroda yang dihubungan dengan plotter. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa seiring meningkatnya konsentrasi larutan hidrogen peroksida, nilai potensial membran sel telur ikan yang dihasilkan mengalami penurunan. Sedangkan adanya pengaruh ektrak daun binahong dalam air tercemar hidrogen peroksida menunjukkan nilai potensial membran yang lebih besar/tinggi. Hal ini dikarenakan pada daun Binahong terdapat kandungan flavonoid (8-Glucopyranosyl-4’,5,7-tryhydroxyflavone) yang berpotensi sebagai antioksidan, sehingga dapat mengurangi tingkat kereaktifan radikal bebas yang dihasilkan oleh hidrogen peroksida. Kata Kunci: Ikan lele dumbo, potensial membran sel, hidrogen peroksida, antioksidan, daun binahong. PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara yang kaya akan wilayah perairannya. Namun seiring dengan perkembangan perekonomian dengan banyaknya pembangunan industri di Indonesia, selain memberikan dampak positif juga memberikan dampak negatif bagi lingkungan. Salah satu dampak negatif yang ditimbulkan yaitu terjadinya pencemaran wilayah perairan akibat pembuangan limbah industri, dapat membahayakan kehidupan perairan itu sendiri. Salah satu bahan pencemar berbahaya dan bersifat toksik adalah senyawa hidrogen peroksida yang merupakan bahan utama dalam industri penyamaan kulit. Adanya pencemar dapat menimbulkan radikal-radikal baru yang membentuk kelompok oksigen reaktif (Cuzzocrea, 2001). Telur ikan lele Dumbo dapat dijadikan bioindikator tingkat pencemaran air dengan mengukur dan mengamati nilai potensial membran sel telur ikan dengan menggunakan mikroelektroda yang dihubungan dengan plotter. Salah satu alternatif yang dapat digunakan dalam penanggulangan akibat pencemar oleh hidrogen peroksida serta pelindung bagi organisme hidup yaitu dengan pemberian antioksidan sebagai senyawa yang dapat mengurangi tingkat kereaktifan radikal bebas yang ditimbulkan oleh pencemar. Tanaman penghasil antioksidan salah satunya adalah tanaman Binahong yang memiliki kadar antioksidan cukup tinggi yaitu sebesar 9,614 % senyawa flavonoid (Khunaifi, 2010). TINJAUAN PUSTAKA Ikan dan Telur Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Ikan lele Dumbo merupakan ikan air tawar yang berasal dari Taiwan dan masuk ke Indonesia pada tahun 1985. Selain merupakan jenis ikan air tawar yang banyak di konsumsi juga dapat dijadikan sebagai bioindikator tingkat pencemaran perairan karena termasuk hewan yang peka terhadap perubahan lingkungan (Supriyanto, 2007). Telur yang dikeluarkan pasangan induk ikan lele Dumbo biasanya mencapai 20.000 sampai dengan 30.000 butir telur/kg bobot induknya dengan diameter telur berkisar antara 1,3-1,6 mm. Telur akan dibuahi oleh induk jantan terlebih dahulu. Telur yang terbuahi akan berwarna kuning kehijauan, dan bening, sedangkan telur yang tidak terbuahi berwarna putih dan berjamur (Susanto, 1995). Sel, Membran Sel dan Potensial Membran Sel Sel adalah unit terkecil dalam organisme hidup yang berfungsi sebagai fondasi fisik dalam kehidupan. Sel tersusun atas membran sel, sitoplasma dan inti sel (Ackerman, 1988). Membran sel merupakan bagian terluar sel dan tersusun atas lipid dan protein. Lipid membran sel sulit dilalui cairan ekstraseluler atau intraseluler yang mengandung ion, hal ini karena adanya muatan listrik yang menghalangi pergerakan ion itu sendiri. Protein membran sel memiliki beberapa fungsi penting, yaitu sebagai