a¡‒¤\“\ h“«ƒ\⁄ o¡‒ƒ¤\‹\‹ u›“M R m›M PK `fi‒ƒ“ QOOW 41 PEMBERIAN PAKAN YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN RASIO KONVERSI PAKAN LOBSTER AIR TAWAR (Cherax quadricarinatus ) DENGAN SISTEM BOTOL DIFFERENT FEEDING TO GROWTH AND FOOD CONVERTION RATIO OF FRESHWATER LOBSTER (Cherax quadricarinatus ) WITH BOTTLE SYSTEM Yunita Kakam, Laksmi Sulmartiwi dan M. Anam Al -Arif Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Kampus C Jl. Mulyorejo Surabaya, 60115 Telp. 031-5992785 Abstract Freshwater lobster is shrimp which become on e of freshwater commodities in Indonesia since 2000. Culturing freshwater lobster need a long time, so supply correct ly feed formulation needed in order to support nutrition for growth. The aim of this research was to know the effect of differents kinds feeding to growth and food convertion ratio of freshwater lobster ( Cherax quadricarinatus ) in bottle system. The experiment was completely randomized block design with 6 treatment and three replication. The experiment used group randomized design with 6 tre atment P1: feed 100 % pellet, P2: feed 100 % tongkol fish, P3: feed 100 % tubifex worm, P4: feed combination 50 % pellet + 50 % tongkol fish, P5: feed combination 50 % pellet + 50 % tubifex worm dan P6: feed combination 50 % tongkol fish + 50 % tubifex wor m dan 4 replication. Feed doses 3 % of body weight. The result indicated that different feed in bottle system not give significantly different in freshwater lobster growth rate and food convertion ratio. The highest growth rate ( 0.0516 g), Spesific Growth Rate (2.9729 %/day), long growth (2.9640 mm) and the lowest food convertion ratio ( 5.5980) was reached by freshwater lobster that feeding pellet, while the lowest growth rate ( 0.0245 g), Spesific Growth Rate (1.9601 %/day), long growth (1.9645 mm) and the highest food convertion ratio (9.8647) was reached by freshwater lobster that feeding tubifex worm. Key words : Feed, Cherax quadricarinatus , Bottle system Pendahuluan Lobster air tawar merupakan udang konsumsi yang menjadi salah satu komoditas perikanan tawar yang mulai dikembangkan untuk budidaya di Indonesia sejak tahun 2000 (Sukmajaya dan Suharjo, 2003). Lobster air tawar ukuran konsumsi mempunyai permintaan pasar yang relatif tinggi tetapi jumlahnya masih mengalami kelangkaan. Hal ini terjadi karena waktu pemeliharaan sampai ukuran konsumsi sangat lama sekitar 7 - 10 bulan (Dermawan, 2004). Sistem botol mulai dikembangkan untuk mengatasi kendala tersebut. Sistem botol digunakan untuk memelihara lobster air tawar secara soliter. Hamiduddin (2005), menyatakan bahwa sistem botol ini memiliki keunggulan yaitu pertumbuhan lobster yang dipelihara dapat lebih cepat, jumlah produksi lebih besar, ukuran tubuhnya menjadi seragam serta tidak terjadi kanibalisme. Pertumbuhan yang optimal memerlukan suplai pakan yang tepat agar nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan dapat terpenuhi. Salah satu upaya yang dilakukan agar pertumbuhan lobster air tawar yang dipelihara dapat optimal yaitu dengan pemilihan formulasi pakan yang tepat. Pakan buatan berbentuk pellet, ikan tongkol, dan cacing tubifex beserta kombinasinya diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan dan memperbaiki Rasio Konversi Pakan pada lobster air tawar yang dipelihara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari pakan terbaik diantara pakan y ang diberikan yaitu pakan buatan berbentuk pellet, ikan tongkol, cacing tubifex, kombinasi pellet dengan ikan tongkol, kombinasi pellet dengan cacing tubifex, dan kombinasi ikan tongkol dengan cacing tubifex yang berpengaruh pada peertumbuhan dan rasio kon versi pakan lobster air tawar ( Cherax quadricarinatus ) yang dipelihara dengan sistem botol. Manfaat penelitian ini adalah memberikan informasi ilmiah bagi ilmuwan,