Sejarah Organisasi-organisasi Islam di Indonesia @AhmadMilki BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Kondisi masyarakat islam Indonesia, sebagaimana dijelaskan dalam makalah- makalah sebelumnya. Hampir dapat dikatakan bahwa seluruh dunia islam sejak awal abad ketujuh belas telah jauh dalam dominasi kekuatan Barat. Baik itu dalam bidang ekonomi, militer, politik, teknologi dan lain sebagainya. Situasi ini kemudian mengilhami memunculnya gerakan reformisme islam internasional yang pada gilirannya kemudian, melalui kontak-kontak intelektual, mempengaruhi sebagian masyarakat Islam Indonesia untuk melakukan pembaruan pemikiran Islam. Untuk itu, langkah awal yang ditempuh adalah berusaha menghilangkan pikiran-pikiran tradisional yang tidak mendukung upaya umat Islam dalam melepaskan diri dari kebodohan, kemiskinan dan penjajahan. Pada awal mulanya, gerakan pembaharuan yang dilakukan oleh kelompok muslim moderenis di indonesia, timbul akibat pengaruh gerakan pemurnian Muhammad ibn Abd al-Wahab (1703-1778) di Jazirah Arab; perjuangan politik Pan-Islamisme Jamaluddin Al- Afghani (1839-1897), yang merupakan perwujudan pembaharuan pemikiran politik islam, dalam usaha mempersatukan umat islam di seluruh dunia, yang kemudian mendapatkan kerangka ideologis dan teologis dari muridnya, yaitu Muhammad Abdul di Mesir (1845- 1905); pembaharuan pemikiran Rasyid Ridha, Al-Thantawi dan Amir Ali; pembaruan pemikiran Syeikh Waliyullah Al-Dahlawi, Ahmad Khan, Abu Kalam Azzad, Ali Jinnah di India dan lain sebagainya. Dengan mengemukakan pendapat bahwa ajaran-ajaran islam sepenuhnya sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan zaman, kendati pun masing-masing bergerak pada berbagai bidang kehidupan umat, para tokoh pembaharu itu mendorong umat islam untuk melakukan penelaahan ulang serta menjelaskan kembali doktrin-doktrin islam dalam bahasa dan rumusan yang dapat diterima oleh pikiran-pikiran modern. Hal ini dikarenakan islam merupakan satu-satunya agama yang meletakkan akal pada posisi cukup baik, dan menganjurkan penerapan temuan-temuan ilamiah. Demikian pula, menurut mereka, Al-Qur’an dan Sunnah merupakan satu-satunya rujukan yang