Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Multimedia 2014 STMIK AMIKOM Yogyakarta, 19 Februari 2014 ISSN : 2302-3805 1 DESIGN DAN SIMULASI ARSITEKTUR SOFWARE-DEFINED NETWORK/OPENFLOW UNTUK JARINGAN APLIKASI MANAJEMEN PENANGGULANGAN PASCA BENCANA Rikie Kartadie 1) , Tommi Suryanto 2) , Arif Syam 3) 1), 2) ,3) Magister Teknik Informatika STMIK AMIKOM Yogyakarta Jl Ring road Utara, Condongcatur, Sleman, Yogyakarta 55281 Email : rikie.kartadie@gmail.com 1) , tommi_suryanto2000@yahoo.com 2) syam_arif@yahoo.com 3) . Abstrak Secara nasional upaya penanggulan bencana harus dilakukan secara komprehensif dan sistematis. Penyampaian informasi dari tiap shelter diharapkan dapat memberikan andil besar dalam proses penanggulangan pasca bencana. Software-Defined Network/Openflow disimulasikan dengan menguji tingkat efektifitas dengan kontrol langsung dari pusat. Tujuan diterapkannya SDN/Openflow pada jaringan penanganan pasca bencana adalah dapat meningkatkan nilai informasi yang diperoleh. Penerapan SDN/openflow pada jaringan diharapkan akan meningkatkan performa jaringan, mengurangi waktu dan biaya perawatan pada jaringan sehingga informasi dari shelter kepusat dapat berjalan dengan baik dan berkesinambungan. Kata kunci: SDN/Openflow, penanganan pasca bencana, simulasi mininet. 1. Pendahuluan Secara nasional upaya penanggulan bencana harus dilakukan secara komprehensif dan sistematis, namun dua hal ini masih terkendala dua masalah utama yaitu; belum memadainya kinerja aparat, kelembagaan penanggulangan bencana dan masih rendahnya kesadaran terhadap resiko bencana dan pemahaman terhadap kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.[1]. Memperhatikan situasi tersebut maka perlu adanya upaya-upaya meningkatkan pemahaman terhadap kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana sehingga dapat meningkatkan pelayanan terhadap korban bencana, serta dapat meningkatkan penyampaian informasi yang diperlukan baik informasi yang diberikan dari shelter bencana kepusat dan sebaliknya dari pusat keshelter. Pelaksanaan program penanggulangan bencana ini, diperlukan data dan informasi aktual yang tersedia dengan cepat, tepat dan akurat. Untuk itu perlu dibangun pusat informasi penanggulangan bencana untuk memudahkan penyebarluasan informasi sehingga dapat digunakan dan dimafaatkan oleh masyarakat baik secara kelompok maupun perorangan guna mengetahui data dan informasi yang berkaitan dengan dampak-dampak bencana serta sekaligus dapat memberikan saran / pendapat ataupun bantuan nyata sebagai wujud partisipasi dan kepedulian dalam membantu sesama.[2] seihingga diperlukan suatu rancang arsitektur jaringan yang memiliki peformance yang tinggi dalam penyampaian data dan dapat dikontrol dengan baik secara terpisah, tersentral, mengurangi waktu dan biaya perawatan untuk meningkatkan penyampaian informasi. Software-define network merupakan paradigma baru yang menjanjikan keuntungan diantaranya (1)Sentralisasi manajemen dan kontrol jaringan dari multi vendor, (2)Automatisasi pengembangan dan manajemen, (3)Inovasi terus menerus dalam kemampuan dan servis jaringan tanpa harus melakukan konfigurasi ulang pada setiap perangkat, (4)Dapat diprogram dengan mudah oleh admin, pengembang software, dan pengguna dengan bahasa pemprograman yang relatif mudah dipahami, (5)Meningkatkan realibility dan keamanan jaringan dan manajemen jaringan secara otomatis, (6)Penerapan kebijakan jaringan secara seragam, dan mengurangi kesalahan, (7)Kontrol jaringan secara granular(kecil) dengan kemampuan untuk diaplikasikan secara komprehensif dan kebijakan yang luas pada sesi, pengguna, perangkat, dan aplikasi.[3]. Bentuk Software-Defined Networking (SDN) memungkin- kan para peneliti, administrator dan operator untuk mengontrol jaringan mereka dengan perangkat lunak khusus dan menyediakan Application Programming Interface (API) terhadap tabel forwarding dari switch dari vendor yang berbeda. [4] Secara garis besar penerapan SDN/openflow dalam jaringan manajemen penanggulangan bencana dirancang untuk membantu penyampaian informasi penanganan pasca bencana alam. Seperti informasi korban bencana, informasi orang hilang/ditemukan dari shelter ke pusat, sehingga dapat segera diambil keputusan penangganan bencana yang diperlukan. Tinjauan Pustaka OpenFlow, adalah konsep yang sederhana, dimana