A03-1 Penyisihan Chemical Oxygen Demand (COD) dan Produksi Biogas Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit Dengan Bioreaktor Hibrid Anaerob Bermedia Cangkang Sawit Adrianto Ahmad, Syarfi, Melissa Atikalidia Laboratorium Rekayasa Bioproses Jurusan Teknik Kimia Universitas Riau Jl. HR Subrantas Km 12,5 Kampus Bina Widya Panam Pekanbaru 28293 Email : adri@unri.ac.id Abstract Processing liquid waste oil industry has reached concentration of COD 60.000 mg / L. If discharged directly into water bodies can contaminate the environment because of the quality standard set by the government through Ministerial Decree No. 51 of 1995 Environment is the COD value of 350 mg / L. This research aims to reduce levels of COD in wastewater using hybrid anaerobic bioreactors combine 2 patterns of growth of microorganisms that is suspended insulated section and attached growth using palm shell as a medium of cell immobilization. Sampling was conducted in 2 phases. The first stage start-up are performed with organic loading rate of 12 kgCOD/m 3 days. The second stage is a hybrid anaerobic continuous bioreactor with variable organic load 12; 15; 20; 30 and 60 kgCOD/m 3 hari, with a working volume of bioreactor, 11.34 L / day. The results showed that the removal efficiency of each of the organic load is 90,2; 89,1; 88.6, 85 and 85% respectively and the production of biogas in their respective organic load reached 340, 490, 320, 340 and 230 mL. The results obtained at optimum efficiency of COD organic loading 20 kgCOD/m 3 day, while biogas production on organic load 15 kgCOD/m 3 . As such it deserves a hybrid bioreactor used for wastewater treatment plant oil. Keywords: Anaerobes, COD removal, hybrid bioreactor, palm shell, wastewater palm oil Pendahuluan Permintaan akan minyak sawit Indonesia di pasar internasional semakin meningkat setiap tahunnya. Laju permintaan konsumsi dan ekspor kelapa sawit untuk menghasilkan minyak sawit naik hingga tahun 2007 mencapai 4,105 dan 12,65 juta ton (Pusat Penelitian Kelapa Sawit, 2008). Tingginya kebutuhan minyak sawit Indonesia mendorong pihak produsen untuk meningkatkan produksi industri minyak sawit seoptimal mungkin. Pengembangan industri minyak kelapa sawit ini menyerap banyak tenaga kerja, namun disisi lain menimbulkan limbah cair yang berbahaya bagi lingkungan. Setiap ton minyak sawit yang dihasilkan akan mengeluarkan limbah cair sebanyak 2,5 m 3 (Ahmad, 2003), berarti untuk mencapai produksi minyak sawit sebesar 17,1 juta ton akan menghasilkan 42,75 juta m 3 limbah cair. Data ini menunjukkan betapa besarnya beban yang ditanggung oleh lingkungan akibat pencemaran lingkungan karena karakteristik limbah cair tersebut mengandung COD (Chemical Oxygen Demand) yang sangat tinggi berkisar 47.165-49.765 mg/L (Firmansyah & Saputra, 2001). Sementara itu baku mutu yang ditetapkan oleh pemerintah RI melalui KEPMEN LH No.51 tahun 1995 adalah nilai COD sebesar 350 mg/L dan BOD 5 100 mg/L. Untuk mengatasi hal itu telah dikembangkan modifikasi proses pengolahan anaerob yang dilakukan dengan menggabungkan pertumbuhan biomassa melekat dan tersuspensi di dalam satu bioreaktor yang disebut sebagai reaktor hibrid. Bioreaktor hibrid anaerob adalah bioreaktor pengolahan limbah cair yang memanfaatkan aktivitas mikroorganisme untuk menghilangkan atau mengurangi kandungan senyawa di dalam limbah cair industri. Bioreaktor hibrid anaerob merupakan penggabungan antara sistem pertumbuhan mikroorganisme tersuspensi dan pertumbuhan melekat. Sistem bioreaktor hibrid ini mampu memperkecil kehilangan biomassa, sehingga limbah cair pabrik kelapa sawit yang diolah menggunakan bioreaktor hibrid ini memiliki nilai COD yang lebih rendah dari keadaan semula. Media imobilisasi yang telah digunakan dalam penelitian sebelumnya antara lain : batu, pelepah sawit, tandan kosong sawit dan bambu. Peneliti menggunakan media batu (Syafila dkk, 2003) dan (Firdha, 2010) menghasilkan efisiensi penyisihan COD sebesar 55 % dan 90 %, Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia “Kejuangan” ISSN 1693 – 4393 Pengembangan Teknologi Kimia untuk Pengolahan Sumber Daya Alam Indonesia Yogyakarta, 22 Februari 2011