               109 STUDI PENDAHULUAN TENTANG PENYAKIT BUSUK BATANG PADA TANAMAN BUAH NAGA DI KABUPATEN LOMBOK UTARA PRELIMINARY STUDY ON STEM ROT DISEASES IN PITAYA GROWN IN NORTH LOMBOK Mulat Isnaini 1) , Irwan Muthahanas 1) , I Komang Damar Jaya 2) 1). Dosen Program Studi Hama Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian Universitas Mataram 2). Dosen Program Studi Hortikultura, Fakultas Pertanian Universitas Mataram ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab penyakit busuk batang pada tanaman buah naga di Kabupaten Lombok Utara. Metode yang digunakan adalah isolasi secara langsung dari batang yang sakit dan dari sampel tanah. Media yang digunakan untuk menumbuhkan jamur adalah Water Agar (WA) dan Potato Dextrose Agar (PDA) ditambah dengan antibiotik Streptomicyn sulfat. Sedangkan medium yang digunakan untuk menumbuhkan bakteri dan actinomycetes adalah Nutrient Agar (NA). Identifikasi patogen dilakukan dengan cara pengamatan deskriptif terhadap morfologi jamur-jamur yang ditemukan berdasarkan pengamatan di bawah mikroskop. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa yang berasosiasi dengan penyakit busuk batang adalah jamur Genus Phytophthora dan Fusarium. Sedangkan mikroorganisme yang berasosiasi adalah bakteri, actinomycetes, dan jamur-jamur Genus Pythium, Sclerotium, Rhizoctonia dan Acremonium. Kata kunci: Buah naga, isolasi, Phytophthora, Fusarium, Pythium, Sclerotium dan Acremonium ABSTRACT The aim of this study was to determine the causal agents of stem rot disease on dragon fruit planted in North Lombok. Direct isolation from stem rot and soil sample were used in this study. Media for the growth of the fungi were Water Agar (WA) and Potato Dextrose Agar (PDA) suplemented with antibiotic Streptomicyn sulfat. Nutrient Agar was used to grow the bacteria and actinomycetes. Methods used to identify the fungi were description upon microscopic observation of the fungal morphology. The results show that the primary fungi associated with basal stem rot were fungi of the genus of Phytophthora and Fusarium and several microorganisms associated with the disease were bacteria, actinomycetes, and the fungi Genus of Pythium, Sclerotium, Rhizoctonia dan Acremonium. Key words: Dragon fruit, isolation, Phytophthora, Fusarium, Pythium, Sclerotium and Acremonium PENDAHULUAN Ada dua jenis buah naga yang banyak dipasarkan di Mataram, baik di supermarket maupun di pinggir-pinggir jalan. Jenis pertama adalah buah naga merah dengan daging buah putih (Hylocereus undatus Haw. Britton&Rose) dan buah naga merah dengan daging buah merah (Hylocereus sp.). Jenis buah naga lainnya adalah yang berukuran kecil dengan warna kulit merah tua dan daging buah merah keunguan. Jenis buah naga ini ada dipasarkan di Mataram tetapi jumlahnya sangat sedikit dan harganya relatif mahal. Le Bellec et al. (2006) dalam kajian pustakanya tentang spesies tanaman buah naga mengatakan bahwa jenis buah naga ini mempunyai nama latin Hylocereus costaricensis Webb. Britton&Rose. Namun sebagian besar pustaka mengatakan bahwa jenis buah naga merah dengan daging buah merah keunguan mempunyai nama latin Hylocereus polyrhizus Webb. Britton&Rose (seperti: Mizrahi et al., 2004; Mahattanatawee et al., 2006; Harivaindaran et al., 2008; Rebecca et al., 2008). Buah naga dengan daging buah merah banyak diusahakan di Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Timur. Di Kabupaten Lombok Utara, tanaman buah naga yang diusahakan dalam sekala kebun adalah H. undatus. Tanaman ini diusahakan di lahan kering dengan teknologi budidaya yang masih sederhana, seperti yang dilaporkan oleh Jaya