SUREALISME: DUNIA KHAYAL DAN OTOMATISME Oleh: Harry Sulastianto Abstrak Surealisme merupakan gerakan seni yang mula-mula tumbuh di Eropa dan kemudian meluas secara internasional. Misteri tentang ketidaksadaran yang dihadapi para seniman seakan bertemu dengan wacana psikoanalisis yang dikembangkan Sigmund Freud. Estetika yang dikembangkan kaum Surealis berakar dari Dadaisme yang antiseni dan Pittura Metafisica Italia yang mendedahkan dunia khayal di era sebelumnya. Gerakan Surealisme banyak menggali gagasan tentang mimpi, ilusi, dan fantasi yang didorong otomatisme dan asosiasi bebas. Terdapat dua kecenderungan besar dalam perkembangannya, yakni ekspresif dan fotografis. Prinsipnya terdiri atas paduan keganjilan dan metamorfosis bentuk. Pengaruh gerakan ini menguat bukan hanya dalam seni rupa, melainkan juga pada sastra, teater, musik, film, iklan (desain grafis), dan mode. Di kemudian hari kecenderungan Ekspresionisme Abstrak, Action Painting hingga Happening Art pun dipengaruhi wacana dan praktik Surealisme. Kata-kata kunci: asosiasi bebas, fantasi, halusinasi, ilusi, ketidaksadaran, mimpi, otomatisme, psikoanalisis PENDAHULUAN Arus besar (mainstream) perkembangan seni rupa barat, sebagaimana diketahui, menunjukkan tautan yang runtut antara satu gerakan dengan yang lainnya. Di satu sisi ada yang merupakan kelanjutan (sisi konservatif) dan juga penentangan (sisi radikal). Tercatat ada suatu masa di mana seniman berusaha untuk melestarikan nilai-nilai yang pernah tumbuh sebelumnya, tetapi pada masa yang lain ada pula sikap menentangnya dengan gigih. Konstelasi yang diisi sejumlah aksi dan reaksi atau tesis dan antitesis seperti demikian menjadikan seni rupa bertumbuh dinamis. Perupa sebagai mahluk kreatif bekerja di wilayah konservasi yang berjalan evolutif sekaligus selaku agen revolusi seni yang penuh energi. Pendekatan dan