PENGELOLAAN PENDIDIKAN KESETARAAN (Studi Kasus Program Paket B Pada Sanggar Kegiatan Belajar Limboto Di Kabupaten Gorontalo) Abdul Rahmat 1 email: infoabdulrahmat@gmail.com ABSTRACT Implementation of equity education program paket at SKB is a government role to give education services to society on nonformal education as a level SD/MI/SMP/MTS and SMA/MA. Lowquality oflearnin studi equity group get impact to value and graduate level of study group on UNPK. This condition make a claim duty and the responcebility from the leader of SKB to give more intensif the professional empowerment on increasing quality program and learning study group to get increasing result study. At the research is aimed at describing the implementation of equity education management program of equity education paket B at sub gorontalo province. Design of this research is qualitative with use phenomenology approach and design multi ceses. Base of decided to use this approach is 1)this research was done at nature background and two sided background different case;2)this research using human as important instrument;3)this research more focus to process,not result. The implementation this multi cases studies as based as opinion that multi cases studies is a study of detail with two or more background with have different characteristic,a subject, documents or a creation.this research use snowball sampling technic, 1) deep interview,2) participation observation,3)documentation studi.informer decided with purposive technic source triangulation,and than evaluation of credibility,dependability,andconfirmability.analysis data include:(1)analysisndividual case and (2) analysis multy cases. Based ond result of this research is 1) content program: a)curriculum centered, b) application for skill, c) structural program flexsibility, d) student center, e) using resourch. 3)program assurance: a) innisiative organization and participation student and decentralition, b)democrazi. Key words; professionalism,program,quality,and learning I. PENDAHULUAN Rendahnya kualitas dan daya saing SDM Indonesia juga tidak bisa lepas dari kualitas pendidikan yang redah. Indikasi adanya kaitan erat antara rendahnya kualitas manusia dengan kondisi kualitas layanan pendidikan yang rendah di Indonesia tampak sangat jelas. Secara umum pelaksanaan dan hasil pendidikan di Indonesia adalah unsatisfactory. 2 Indonesia memiliki sistem pendidikan yang paling buruk di antara negara-negara di Asia. yaitu peringkat ke-124, di bawah Vietnam, Thailand, Filipina, Malaysia, dan Negara Asia lainnya. 3 Fakta menunjukkan bahwa pendidikan formal dan sistem persekolahan ternyata tidak cukup untuk menjawab berbagai permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari masih rendahnya tingkat pendidikan masyarakat, tingginya tingkat buta aksara bagi orang dewasa, tingginya tingkat pengangguran, tingginya tingkat kemiskinan dan sebagainya. Di pihak lain, kebijakan pemerintah dalam pembangunan pendidikan sangat menitikberatkan pada pendidikan formal dan sistem persekolahan. Adapun perhatian pada pendidikan non formal masih sangat terbatas. Hal ini dapat dilihat dari alokasi anggaran dan fasilitas maupun berbagai sumberdaya lainnya yang jauh lebih besar dicurahkan bagi pendidikan formal dan sistem persekolahan. Pendidikan non formal dapat dipandang sebagai salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan taraf pendidikan penduduk di berbagai negara, termasuk di 1 Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo 2 Sayed. Laporan Penelitian Tentang Pendidikan Di Indonesia (Jakarta: Bank Dunia. 2009) p.8. 3 Studi Political and Economic Risk Consultancy. Peringkat Indek Pembangunan Manusia Indonesia. (Jakarta: Studi Political and Economic Risk Consultancy. 2011) p. 4.