Identifikasi Kebutuhan-Kebutuhan Yang Mempengaruhi Motivasi Berprestasi Karyawan CV. Tri Star Kencana Bangkinang ADI RAHMAT Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Riau (STIE-RIAU) Jln. HR. Subrantas 57 Panam Pekanbaru 28293 Telp. (0761) 63237 E-mail : a_rahmat0786@yahoo.com Abstract:This research is useful to know the identification of the needs that affect achieve- ment motivation employee CV. Tri Star Kencana Bangkinang. This motivation will encour- age individuals to behave actively in order to meet the needs of physiology, safety, social, esteem and self-actualization. Model Summary of the table can be seen the value of R Square indicates the variable needs of physiology, safety, social, esteem and self-actualization of the achievement motivation 88.4%, while the remaining 11.6% are influenced by variables / factors outside research. Where the value of R = 0.940 mean value of a strong contribution from variable practice needs physiology, safety, social, esteem and self-actualization of the achievement motivation that is equal to 94%. And it also can be seen that the constant (α) of - 2.587, the coefficient β1 of 0.042, coefficient of 0.003 β2, β3 coefficient of 0.647, coefficient of -0.091 β4, β5 coefficient of 0.522, so it can be displayed in the form of the equation: Y = - 2.587 + 0.042 + 0.003 X1 0.647 X2 + X3 - X4 + 0.091 X5 0.522. Variable physiology, safety, social, esteem and self-actualization in simultaneous achievement motivation showed sig. 0.000 (<0.05) at level α = 5%. This shows that there is a significant relationship between the variables physiology, safety, social, esteem and self-actualization in achievement motiva- tion variables Keywords: Physiology, safety, social, esteem, self-actualization and achievement motivation Motivasi merupakan proses untuk mencoba mempengaruhi seseorang agar melakukan sesuatu yang diinginkan. Menurut The Liang Gie dalam Manullang (2004:146) “Motivasi merupakan suatu dorongan yang menjadi pangkal seseorang melakukan sesuatu untuk bekerja”. Tanpa adanya motivasi karyawan maka tujuan perusahaan yang telah ditetapkan tidak akan tercapai. Motivasi ini akan mendorong individu untuk berperilaku aktif dalam upaya memen- uhi kebutuhan fisik, rasa aman, sosial, pres- tasi dan aktualisasi diri, sebab berhasil tid- aknya suatu usaha selalu tergantung pada kinerjakaryawan yang produktif, berdedikasi yang tinggi, berpendidikan serta loyal ter- hadap tanggung jawab. Keterampilan keahl- ian serta kecakapan dalam pelaksanaan diberikan oleh pihak perusahaan. Pelaksa- naan motivasi kerja yang tinggi dan efektif oleh seorang pemimpin akan mampu me- numbuhkan motivasi kerja karyawan dalam melakukan tugas pekerjaannya karena ber- hasil tidaknya tujuan akan tergantung pada kemampuan dan kesungguhan kerja karya- wan. Karyawan yang mempunyai motivasi kerja rendah biasanya akan terjadi kesukaran dalam tugas dan pekerjaannya dan akan me- nyerah pada keadaan daripada berusaha un- tuk mengatasinya, sedang karyawan yang mempunyai motivasi kerja tinggi apabila terjadi kesukaran dalam menjalankan tugas dan pekerjaannya maka mereka akan be- rusaha untuk mengatasinya. Faktor lainyang perlu diperhatikan oleh perusahaan agar kinerja karyawan baik antara lain adalah mo- tivasi kerja yang mendukung semangat da- lam bekerja dan faktor promosi yang dapat ikut mempengaruhi kinerja karyawan. Motivasi kerja yang tinggi sangat pent- ing bagi kelangsungan hidup organisasi, ka- rena dengan adanya motivasi yang tinggi maka juga akan diperoleh kinerja karyawan. Motivasi pada dasarnya adalah suatu proses untuk mencoba mempengaruhi dan meng- arahkan seseorang agar mau melakukan sesuatu seperti yang kita inginkan, pemberian