STRUKTUR DAN STRATEGI NAFKAH PEDAGANG MAKANAN DI SEKTOR INFORMAL DAERAH SUBURBAN KABUPATEN BOGOR Livelihoods Structure and Strategies of food seller in Informal Sector Bogor District Suburban Areas Rizka Amalia *) dan Arya Hadi Dharmawan Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologis Manusia, IPB *)Email : rizkaa.zulfi@gmail.com ABSTRACT Livelihood strategies are done by humans to maintain the sustainability of life. Meanwhile, this research is focused on livelihood strategies of food seller in informal sector. The study is conducted because industrialization and development. Affect of this industrialization and development are urbanizing process, so that is make profession conversion of domination farmer become food stall at informal sector. The method used in this study is survey research using questionnaires and qualitative approach using a slip, case studies and observations to support quantitative data. The results of this study is about characteristics of informal sector workers especially in food vendors, the structure of household income, livelihood strategies, the reason to trade in public areas and management saving capacity of informal sector workers. Keywords: development, urbanizing process, saving capacity PENDAHULUAN Industrialisasi merupakan salah satu pemicu proses pengkotaan dan perubahan sosial. Pengkotaan dan perubahan sosial ini berpotensi pada adanya konflik dan sengketa, yang berkaitan dengan ketidakseimbangan distribusi resiko dan manfaat industri pada masyarakat sekitar industri. Salah satu bentuk industri adalah industri jasa pendidikan yaitu Institut Pertanian Bogor (IPB). Menurut PPW-LPPM (2002) dalam Tan (2006) menyatakan bahwa kehadiran IPB di Dramaga telah mendorong urbanisasi dan perubahan sosial. IPB mempunyai andil besar membawa masyarakat desa-desa lingkar kampus yang sebelumnya homogen petani dan didominasi oleh komunitas-komunitas Suku Sunda menjadi masyarakat suburban yang kian heterogen. Wilayah Lingkar Kampus (WLK) merupakan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dan ruang terpenting di pinggir Kota Bogor. Daerah suburban merupakan sebuah kawasan yang masyarakatnya telah terperangkap dalam suatu transformasi meninggalkan pertanian tetapi masih belum didominasi oleh kegiatan-kegiatan industrial, maka dari itu banyak masyarakat di daerah suburban yang mencari nafkah pada sektor informal yang tidak teratur. Ketidakteraturan ini terlihat bagaimana pekerja sektor informal khususnya pedagang makanan yang mengambil public area seperti pinggir jalan atau trotoar, dan menjual makanan yang tidak bersih. Salah satu wilayah yang merupakan daerah suburban adalah di Jalan Babakan, Desa Babakan, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Jalan Babakan yang berada di Desa Babakan merupakan daerah suburban karena desa Babakan ini dibatasi oleh desa dan kota serta adanya industrialisasi pendidikan, sehingga memungkinkan pembangunan dan proses pengkotaan. Pertanyaan Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan merangkum tiga pertanyaan yakni: 1) bagaimana strategi yang dilakukan oleh pedagang makanan di Jalan Babakan untuk mempertahankan kehidupan?; 2) sebab-sebab apa yang membuat pedagang makanan bertahan?; 3) sejauhmana para pedagang makanan di sektor informal mengelola surplus pendapatan (kapasitas menabung) mereka? Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan: 1) menerangkan strategi yang dilakukan oleh pedagang makanan di Jalan Babakan untuk mempertahankan kehidupan; 2) menerangkan sebab-sebab pedagang makanan bertahan menjadi pedagang makanan di Jalan Babakan; 3) menerangkan cara pengelolaan surplus pendapatan pedagang makanan di Jalan Babakan