Proceedings Seminar Sistem Produksi V - 2001 285 DESAIN ALAT ANGKUT UNTUK MENGHINDARI CEDERA DAN MENGURANGI KELELAHAN KERJA Hadi Santosa Paulina Ike Siwi Renawati Kwa See Yong Dosen Tetap Jurusan Teknik Industri Unika Widya Mandala Surabaya seeyong@mail.wima.ac.id _______________________________________________________________________ Abstrak Aktivitas mengangkat umumnya dilakukan dengan membawa beban secara manual yang pembebanannya tertumpu di bahu kanan atau kiri, atau pada kedua lengan tangan. Aktivitas ini ditujukan untuk memindahkan barang dari suatu tempat ke tempat yang lain dan biasanya dilakukan secara berulang-ulang. Tak jarang selama melakukan aktivitas mengangkat ini, operator tidak mempertimbangkan berat beban yang diangkatnya, sehingga sering kali mengalami cedera yang akhirnya akan mengurangi produkstivitas kerja dari operator angkut tersebut. Untuk itu perlu dipertimbangkan suatu alat angkut dengan tujuan untuk menghindarkan cedera akibat operator mengangkat beban dan mengurangi kelelahan akibat melakukan aktivitas mengangkat tersebut secara berulang-ulang. Sehingga diharapkan dengan menggunakan alat ini produktivitas kerja operator akan meningkat. Kata kunci: angkut, cedera, desain, alat angkut. 1. Pendahuluan Aktivitas lifting didefinisikan sebagai aktivitas manual membawa beban dari satu tempat ke tempat yang lain, dengan menggunakan satu atau dua tangan, dengan posisi beban diletakkan di depan, disamping atau dipanggul diatas bahu Dalam melakukan aktivitas lifting ini seharusnya para pekerja tahu beban yang sebaiknya diangkat disesuikan dengan jenis kelamin dan usia dari tenaga kerja yang bersangkutan. Menurut ILO (International Labour Organisation) kapasitas beban yang mampu diangkat oleh operator berdasarkan usia dan jenis kelaminnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 1 Batas atas berat yang diijinkan dalam pekerjaan mengangkat manual (dalam kilopond, Kp) Dewasa Remaja Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Occasionally 50 Kp 20 Kp 20 Kp 15 Kp Frequently 18 Kp 12 Kp 11 – 16 Kp 7 – 11 Kp Batas yang direkomendasikan pada tabel diatas hanya dapat dipakai sebagai pedoman secara umum, dan tabel tersebut tidak memandang faktor jasmani seperti postur tubuh dan ketinggian beban dari permukaan tanah. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Davis yang mengukur kemampuan tangan dalam mengangkat beban dengan beberapa posisi panjang tangan dan posisi tubuh, dapat dilihat pada tabel berikut: