ISSN: 1693-1246
Januari 2012
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia 8 (2012) 106-114
ANALISIS KECELAKAAN REAKTOR AKIBAT KEGAGALAN
SISTEM PEMBUANG PANAS PADA REAKTOR NUKLIR
GENERASI IV
A.G. Abdullah
1*
, Z. Su’ud
2
1
Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, Indonesia
2
Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Indonesia
Diterima: 11 Desember 2011. Disetujui: 26 Desember 2011. Dipublikasikan: Januari 2012
ABSTRAK
Salah satu aspek terpenting dalam proses desain reaktor nuklir adalah aspek keselamatan reaktor. Sebe-
lum membangun reaktor secara isik, terlebih dahulu dibuat perencaaan perhitungan yang matang termasuk
melakukan simulasi kinerja keselamatannya dalam menghadapi kemungkinan kecelakaan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengembangkan model simulasi kecelakaan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang
disebabkan gagalnya sistem pembuang panas. Kecelakaan akibat gagalnya sistem pembuang panas di-
picu oleh hilangnya kemampuan pendinginan dari pembangkit uap. Urutan kecelakaan ini diawali dengan
hilangnya kemampuan reaktor untuk membuang panas dari loop pendingin sekunder. Selama kecelakaan,
laju pembuangan panas mengalami penurunan sedangkan temperatur masukan pendingin mengalami
peningkatan. Hasil simulasi memberikan gambaran bahwa reaktor dapat bertahan dari kecelakaan. Hasil
analisis kecelakaan menunjukkan bahwa temperatur maksimum bahan bakar, selongsong dan pendingin
memiliki batas keselamatan yang sangat besar.
ABSTRACT
One of the most important aspects in nuclear reactor design process is the safety aspect. Advanced and ac-
curate safety simulation must be performed before it can be built. This research aims to develop a simulation
model of Nuclear Power Plant (NPP) accidents due to the loss of heat sink system. Loss of heat sink ac-
cident was triggered by the loss of cooling capability of steam generators. This accident sequence began
with the loss of the reactor’s ability to remove heat from the secondary cooling loop. During the accident, the
heat dissipation rate decreased whereas the coolant inlet temperatures increased till a new equilibrium level.
The analysis results of the accident showed that there are large safety margin to the maximum temperature
of the fuel, cladding, and coolant.
© 2012 Jurusan Fisika FMIPA UNNES Semarang
Keywords: accident analysis; unprotected loss of heat sink; generation IV nuclear reactor
PENDAHULUAN
Desain reaktor nuklir generasi IV masih
merupakan suatu desain konseptual yang ba-
nyak diteliti dan dikembangkan. Operasional
secara komersial baru akan diwujudkan pada
tahun 2030. Mengacu pada kuatnya tuntutan
aspek keselamatan inheren dan keselamatan
pasif, maka beberapa peneliti telah mengem-
bangkan berbagai penelitian berkaitan dengan
desain reaktor yang memenuhi persyaratan ke-
selamatan tersebut. Reaktor generasi IV ber-
operasi pada suhu yang lebih tinggi daripada
reaktor yang ada sekarang, bahkan bebera-
pa desain ditujukan untuk produksi hidrogen.
(Abdullah, 2009).
Reaktor generasi IV diharapkan mere-
presentasikan keunggulan dalam meningkat-
kan keselamatan reaktor nuklir, meningkatkan
resistensi terhadap proliferasi, mengurangi lim-
bah dan penggunaan sumber daya alam, serta
*Alamat Korespondensi:
Jalan Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung
Telp.: (022) 2004548
Email: ade_gaffar@upi.edu
http://journal.unnes.ac.id/index.php/jpi