180 Jurnal Teknik Elektro dan Komputer, Vol I, No 2, Oktober 2013, 180-190 Aplikasi Rekonstruksi 3 Dimensi pada Proses Pemahatan Menggunakan CNC Retno Tri Wahyuni 1 , Djoko Purwanto 2 , & Tri Arief Sardjonoenulis 3 1 Program Studi Teknik Elektronika, Politeknik Caltex Riau 2,3 Jurusan Teknik Elektro, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Email: retnotri@pcr.ac.id Abstrak Rekontruksi 3 dimensi merupakan rekayasa membuat model 3 dimensi benda. Tujuan penelitian ini adalah mengaplikasikan hasil rekonstruksi 3D untuk proses pemahatan menggunakan mesin CNC milling. Kode pemrograman yang digunakan untuk menjalankan mesin CNC dikenal dengan G-code yang dapat dibuat secara manual dengan menterjemahkan gambar kerja atau menggunakan perangkat lunak CAM. Dalam penelitian ini G-code dibuat secara otomatis berdasarkan hasil rekonstruksi 3D menggunakan algoritma yang dibangun sendiri. Proses rekonstruksi 3D menggunakan kamera laser yang dapat mengukur kedalaman benda berkontur (sensor KinectTM).Sistem diuji dengan menggunakan 3 sampel benda berbentuk segi empat berkontur menonjol berbentuk huruf I, T dan S yang memiliki perbedaan kedalaman lebih dari 2cm. Pengujian terhadap hasil rekonstruksi dilakukan dengan cara membandingkan bentuk dan ukuran benda asal dengan hasil rekonstruksi. Hasil pengujian terhadap 3 sampel benda tersebut menunjukkan kesalahan rata-rata sebesar 4% untuk ukuran panjang, 2,8% untuk ukuran lebar dan 25,9% untuk ukuran kedalaman. Besarnya kesalahan pada ukuran kedalaman disebabkan pada proses rekonstruksi pengukuran informasi 3D hanya dilakukan dari satu sudut pandang. Pengujian selanjutnya dilakukan untuk mengevaluasi algortima pembuat G-code dengan cara membandingkan hasil pahatan terhadap bentuk dan ukuran benda hasil penskalaan. Hasil pengujian algoritma pembuat G-code untuk 3 sampel benda tersebut menunjukkan kesalahan rata-rata sebesar 3,8% untuk ukuran panjang, 2,1% untuk ukuran lebar dan 1,9% untuk ukuran kedalaman. Kata kunci: Rekonstruksi 3D, G-code, Mesin CNC Milling Abstract 3D reconstruction is a method to make 3D image by combining multiple 2D images that captured by camera. Goal of this research is to apply 3D reconstruction result for engraving process using a CNC milling machine. Programming code used to run CNC milling machine known as G-code can be created manually by translating working drawing or using CAM software. In this research the G-code was generated automatically based on the result of 3D reconstruction using the purpose algorithm. 3D reconstruction process using a laser camera that can measure the depth of contoured surfaces (Kinect sensorTM). The system was tested using 3 sample of object with rectangular shape with protruding contour I, T, dan S which have different depths of more than 2cm. Test on reconstruction result is done by comparing the shape and dimension of an original object with reconstruction result. Test results on three samples of these objects show an average error of 4% for length, 2.8% for width and 25.9% for depth. The amount of error on depth due to measurement of 3D information on reconstruction process is only done from one of view. The next test is to evaluate the algorithm of G-code converter by comparing engraving result with shape and dimension of scaled object. Test result of algorithm G-code converter for 3 sample of object shows average error of 3.8% for length, 2.1% for width and 1.9% for depth. Keywords: 3D Reconstruction, G-code, CNC Milling 1 Pendahuluan Rekontruksi 3 dimensi merupakan rekayasa membuat gambar 3 dimensi dengan menggabungkan beberapa gambar 2 dimensi yang ditangkap kamera. Dalam penelitian ini hasil rekonstruksi 3D akan diaplikasikan untuk membuat G-code secara otomatis. G-code adalah format bahasa pemrograman pertama yang dikenalkan dan dikhususkan untuk mesin CNC (Computer Numerical Control). Mesin CNC memiliki cara penulisan kode pemrograman yang