FONOLOGI BAHASA MAKASSAR A. Pengantar Fonologi adalah cabang ilmu bahasa yang membicarakan bunyi bahasa yang mampu membedakan suatu kata, sedangkan ilmu bahasa yang menganalisis bunyi bunyi bahasa yang tidak memperhatikan makna disebut fonemik. Dalam hal ini, fonologi seharusnya memperhatikan setiap bunyi bahasa yang dihasilkan oleh alat alat bicara terutama satuan satuan bunyi yang fungsional. Oleh karena itu peranan makna merupakan yang penting sekali mendapat perhatian dalam membicarakan fonen. Hal ini dilihat seperti kata kaki/dan kata/kali/,kata/lari/dan kata lati/yang jelas mempunyai makna yang berbeda, karena adanya perbedaan bunyi/k/ dan/l/ dan /r/ pada kata tersebut yang fungsionalnya berbeda pula. Satuan bahasa yang tidak dapat dipecahkan lagi menjadi satuan bunyi yang terkecil dan mampu membedakan makna dikategorikan sebagai fonem. Bunyi-bunyi bahasa yang merupakan satuan bunyi terkecil memiliki fungsi tersendiri dalam membedakan arti dengan bunyi lainya sehingga disebut bunyi yang fungsional. Bunyi itu memiliki aturan tersendiri dalam membentuk suatu kata. Beberapa satuan bentuk kata dalam bahasa Makassar dapat berbeda maknanya karena adanya perbedaan salah satu fonemnya seperti terlihat pada pasangan minimal yang terdapat pada kata di bawah ini : Contoh : /buku/’tulang’ /bulu/’buluh’ /k/ /l/ /baluk/’jual’ /bakuk/’bakul’ /l/ /k/ /paku/’paku’ /pake/’pakai’ /u/ /e/ Berdasarkan penjelasan tersebut,dapatlah dikatakan bahwa fonem adalah satuan bunyi bahasa terkecil yang dapat membedakan arti. 1