1 Pembiayaan Pembangunan Pasca-2015: 1 Memperbanyak Sumber, Melipatgandakan Alokasi dan Mendemokratiskan Pengelolaan Oleh: Ah Maftuchan 2 “Remember, aid cannot achieve the end of poverty. Only homegrown development base on the dynamism of individuals and firms in free markets can do that” – William Easterly, the White Man's Burden... Abstrak Pembiayaan pembangunan merupakan salah satu pembicaraan terhangat dalam dinamika pembangunan global. PBB mengakui bahwa permasalahan pembiayaan pembangunan masih didominasi skema bantuan global yang efektifitas dan akuntabilitasnya makin dipertanyakan. Bantuan pembiayaan pembangunan yang besar tidak otomatis membantu penurunan kemiskinan dan peningkatan kesehatan. Dari berbagai studi yang ada, bantuan pembangunan terbukti tidak mampu mengatasi “poverty trap”. Pasalnya penyalahgunaan bantuan oleh elit-elit di negara berkembang-miskin marak. Jutaan dolar bantuan telah menjebak negara miskin-berkembang ke dalam ketergantungan, korupsi, dan kemiskinan yang berkelanjutan. Jelas, tanpa ada perubahan tata kelola yang lebih akuntabel, maka bantuan pembiayaan pembangunan akan mubadzir. Sementara itu, upaya mendorong peningkatan kemampuan negara berkembang dan miskin dalam pembiayaan pembangunan masih belum optimal. Diperlukan skema pembiayaan pembangunan alternatif yang memberi perluang bagi negara miskin-berkembang untuk mampu membiayai pembangunannya secara mandiri. Sehingga pembangunan pasca-2015 dari sisi pembiayaan tidak hanya bergantung dari bantuan global. Porsi pembiayaan pembangunan domestik makin meningkat. Sumbernya dapat digali dari perdagangan, pajak, remitansi dan lainnya. Keyword: Pembiayaan pembangunan; Alternatif pembiayaan; Pasca-2015; ODA; Pajak; Remitansi. Pembangunan selalu identik dengan proses dan upaya peningkatan kualitas kehidupan manusia dan lingkungannya. Untuk meningkatkan kualitas kehidupan semua orang, a better life for all, pembangunan harus mampu memenuhi kebutuhan dasar manusia: makanan, pakaian, tempat tinggal yang aman, memperoleh pelayanan dasar dan mendapatkan penghormatan dan martabat sebagai manusia (Peet & Hartwick, 2009). Selain terkait dengan pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan juga mencakup penjagaan dan peningkatan kualitas lingkungan sehingga natural resources terjaga dengan baik. Dengan demikian, pembangunan lingkungan hidup menjadi salah satu cabang utama dalam pembangunan di era modern ini. 1 Dimuat dalam Jurnal Analisis Sosial (AKATIGA) Bandung, Vol. 18, No 1, Agustus 2013, 97 – 124, ISSN 1411- 0024). Sebagian besar tulisan ini menjadi salah satu bahan buku “Ketidakadilan, Kesenjangan, dan Ketimpangan: Jalan Panjang Menuju Pembangunan Berkelanjutan Pasca-2015” (Kemitraan/The Partnership for Governance Reform dan INFID/International NGO Forum on Indonesian Development, Maret 2013) khususnya untuk topik pembiayaan pembangunan. 2 Governance and Social Policy Specialist di Prakarsa. Prakarsa merupakan lembaga riset dan penguatan kapasitas tentang welfare issues dan dalam kaitan dengan isu pajak dan budget policy, Prakarsa merupakan host dari Komisi Anggaran Independen (KAI) dan anggota Tax Justice Network.