PLAY THERAPY ART EXPRESSION MEDIA MENGGAMBAR UNTUK MENGURANGI STRESS ANAK JALANAN KORBAN PELECAHAN SEKSUAL Zakki Nurul Amin dan Edwindha Prafitra Nugraheni 1 Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang Kampus Sekarang, Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia 50229 e-mail : zakki.nurul.amin@gmail.com edwindhaprafitra@rocketmail.com ABSTRAK Kehidupan anak jalanan sangat rentan terhadap berbagai permasalahan. Salah satunya yang saat ini sering menjadi sorotan adalah kasus kekerasan, eksploitasi, dan pelecahan seksual. Secara psikologis anak jalanan belum mempunyai bentukan mental emosional yang kokoh. Sementara itu dengan kompleksitas permasalahan yang ada, seringkali tidak dapat dihindari stress yang dialami oleh anak jalanan, dalam hal ini stress akibat pelecahan seksual. Artikel ini ditulis sebagai salah satu upaya untuk menjawab isu permasalahan sosial tersebut. Play therapy art expression media menggambar dengan lima R tahap terapi ini yakni : Relating (Berhubungan), Releasing (Melegakan) perasaan, Re-Creating (menciptakan kembali), Reexperience (Mengalami kembali), dan Resolving (Memecahkan) harapannya dapay digunakan sebagai salah satu intervensi dalam membantu mengurangi stress pada anak jalanan korban pelecahan seksual. Kata kunci: play therapy art expression media menggambar, stress, anak jalanan korban pelecahan seksual PENDAHULUAN Anak jalanan adalah fenomena nyata penyebab munculnya permasalahan sosial yang kompleks dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Keberadaan anak jalanan diabaikan dan tidak dianggap ada oleh sebagian besar masyarakat, terutama masyarakat awam. Anak jalanan, dipercaya semakin tahun semakin meningkat jumlahnya. Menurut data Badan Pusat Statistik jumlah anak jalanan saat ini kurang lebih 154.861 jiwa (data Badan Pusat Statistik, dalam http://www.bps.go.id). Sebagian besar terdapat di Ibu Kota Jakarta, dan sebagain lainnya tersebar dalam kota-kota besar lainnya di wiliayah Indonesia seperti Surabaya, Makassar, Bandung, Yogyakarta, Semarang, dan Batam. Di wilayah Semarang khususnya, pekerjaan yang dilakukan anak jalanan bermacam- macam. Di tengah-tengah derita dan penyiksaan yang mereka alami, mereka tetap harus Zakki Nurul Amin, Edwindha Prafitra Nugraheni, Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang. Korespondensi terkait artikel ini dapat ditujukan kepada Zakki Nurul Amin, e-mail zakki.nurul.amin@gmail.com, dan Edwindha Prafitra Nugraheni, e-mail edwindhaprafitra@rocketmail.com.