ASE – Volume 7 Nomor 1, Januari 2011: 1 - 11 1 PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU (Contoh Pengendalian pada usaha Grenda Bakery Lianli, Manado) Eyverson Ruauw ABSTRACT Every business in general will have a profit objective. The goal is influenced by several factors, one factor that affects is the smooth production. Smooth production itself is influenced by the presence or ab- sence of raw materials to be processed in production. Raw materials needed should be fairly available in order to ensure smooth production. Quantity of in- ventory was not too big so that capital is embedded in the inventory and the costs incurred by the invento- ry is not too big, nor too small and because it can slow the production process. Failure inventory control of raw materials will lead to failure in obtaining profit. Therefore, it is im- portant for any attempt to control the inventory in order to obtain optimal inventory levels. Keywords: Inventory Control, Raw Materials PENDAHULUAN Latar Belakang Tujuan perusahaan adalah memperoleh laba. Tujuan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satu faktor yang mempengaruhi yaitu kelan- caran produksi. Sedangkan salah satu kendala yang dihadapi UMKM adalah dalam bidang pro- duksi. Kelancaran produksi itu sendiri dipengaruhi oleh ada atau tidaknya bahan baku yang akan di- olah dalam produksi. Bahan baku yang dibutuhkan hendaknya cu- kup tersedia sehingga dapat menjamin kelancaran produksi. Akan tetapi hendaknya kuantitas perse- diaan itu jangan terlalu besar agar modal yang ter- tanam dalam persediaan dan biaya-biaya yang di- timbulkannya dengan adanya persediaan juga tidak terlalu besar dan jangan pula terlalu kecil karena dapat memperlambat proses produksi. Kegagalan pengendalian persediaan bahan baku akan menyebabkan kegagalan dalam mempe- roleh laba. Untuk itu penting bagi setiap perusahaan mengadakan pengendalian persediaan untuk memperoleh tingkat persediaan optimal dengan menjaga keseimbangan antara biaya perse- diaan yang terlalu banyak dengan biaya persediaan yang terlalu sedikit. Grenda Bakery Lianli merupakan salah satu jenis UMKM yang bergerak di bidang agribisnis, yang kegiatan utamanya adalah memproduksi roti dan bermacam jenis kue basah. Bahan baku utama yang digunakan dalam proses produksi adalah te- pung dan dalam pelaksanaan proses produksinya diadakan persediaan bahan baku. Namun perse- diaan bahan baku tepung Grenda Bakery Lianli masih perlu acuan agar dapat memperoleh perse- diaan yang optimal (Rumintjap, 2010). Selanjutnya Rumintjap (2010) mengatakan bahwa Grenda Bakery Lianli pernah mengalami kekuran- gan bahan baku tepung. Pada bulan Desember 2009 usaha Grenda Bakery Lianli akan melakukan produksi yang membutuhkan bahan baku 1635 kg tetapi bahan baku tepung yang tersedia hanya 1375 kg, akibat jumlah permintaan konsumen yang me- ningkat sehingga pihak Grenda Bakery Lianli ha- rus membeli bahan baku tepung dengan harga yang lebih tinggi karena melakukan pembelian mendadak. Oleh karena itu Rumintjap melakukan analisis pengendalian bahan baku di perusahaan ini yang dalam tulisan ini dijadikan contoh perhitungan dan analisis pengendali bahan baku. Tujuan pengendalian bahan baku adalah untuk mengetahui (1) kuantitas optimal dalam setiap kali pembelian bahan baku (EOQ), (2) titik yang me- nunjukan waktunya untuk mengadakan pemesanan kembali (ROP), (3) persediaan maksimum (Maxi- mum Inventory), dan (4) total biaya persediaan ba- han baku (Total Inventory Cost) untuk menghinda-