Sejarah VOC Tahukah anda bahwa pelopor perusahaan mulnasional pertama di dunia berasal dari Belanda yakni VOC(Vereenigde Oosndische Compagnie) yang pernah menguasai hampir sebagian wilayah Nusantara di abad 17 silam. VOC didirikan pada 1602 oleh pemerintahan Belanda, Perusahaan ini mendapat hak untuk memonopoli akvitas daerah koloni Belanda di Asia. Perusahaan ini juga menjadi pelopor sebagai perusahaan pertama yang menerbitkan saham ke publik. Kebangkitan ekonomi dunia terutama Negara Negara eropa di abad 16-17 menjadikan pertumbuhan ekonomi yang sangat nggi. Hal ini membuat beberapa Negara besar di Eropa seper Spanyol dan Portugis memulai ekspedisi mencari sumber daya untuk kebutuhan pasar dunia yang saat itu masih di dominasi Negara Eropa. Keberhasilan Colombus dalam menjelajahi bagian lain dari dunia di akhir abad 15 membuat berbagai kerajaan di Eropa memperluas daerah kekuasaan. Spanyol, Inggris, Prancis, dan Portugal saling berseteru untuk memperebutkan daerah kekuasaan selama sekitar setengah abad. Meski seap kerajaan berusaha memperluas kekuasaan, Belanda memilih cara yang berbeda. Mereka ingin menguasai kekayaan dari daerah yang ditaklukkan sekaligus menjadi penguasa perdagangan. Pada tahun 1559, didorong oleh kelangkaan pasokan rempah-rempah di eropa, kerajaan Belanda mengutus kapal untuk berlayar ke arah selatan menuju Afrika. Mereka singgah di wilayah bernama Tanjung Harapan dan melanjutkan pelayaran ke arah mur hingga sampai di Samudera Hindia. Armada Belanda akhirnya mendarat di pulau Jawa dan berinteraksi dengan penduduk setempat. Para pelayar dari Belanda ini kembali ke kampung halamannya dan sekitar dua perga awak kapal tewas selama ekspedisi pelayaran tersebut. Meski begitu, kerajaan Belanda puas. Mereka melihat potensi keuntungan yang luar biasa di tanah Jawa. Berdirinya Vereenigde Oosndische Compagnie(VOC) Pada 1601, kerajaan Belanda mengirimkan 65 kapal melalui rute yang sama dengan pelayaran sebelumnya untuk memperoleh rempah-rempah seper cengkeh, pala, kayu manis, dan sebagainya. Memotong jalur perdagangan dan mengimpor rempah secara langsung dapat menjadi strategi bisnis yang brilian bagi pemerintah Belanda. Kerajaan Belanda kemudian berinisiaf membuat persekutuan dagang bernama Vereenigde Oost-Indische pada 1602. Dalam bahasa Indonesia, VOC berar persekutuan dagang Hindia Timur. Selain VOC, terdapat persekutuan dagang lain milik Belanda yang beroperasi di hindia barat bernama VWC. Keduanya mendapat hak untuk memonopoli perdagangan. Sebagai langkah awal, kerajaan Belanda mengirim kapal perang yang dilengkapi persenjataan lengkap sekaligus mendeklarasikan perang terhadap penduduk lokal yang menentang pendudukan Belanda. Mereka merekrut prajurit yang terdiri dari penduduk Belanda dan masyarakat lokal, mendirikan koloni, serta menjadi penegak hukum agar dapat memaksimalkan usahanya. VOC mengawali misinya dengan mengejar keuntungan perdagangan rempah dari Maluku. Seiring berjalannya waktu, wilayah koloni VOC terus meluas. Pada 1619, Perusahaan ini menjadikan Jayakarta sebagai ibukota perdagangan dan pelabuhan. Mereka mengubah nama Jayakarta menjadi Batavia, yang kini kita kenal sebagai Jakarta. Selama hampir dua abad, VOC terus menambah pelabuhan sebagai basis perdagangan. Mereka juga berperan penng dalam perekonomian Belanda dimana telah memberi dividen 18% per tahun selama hampir 200 tahun. Masa Kejayaan Jan Pieterszoon Coen