Kajian Etnobotani Masyarakat Adat Suku Moronene .... Heru Setiawan & Maryatul Qiptiyah 1 KAJIAN ETNOBOTANI MASYARAKAT ADAT SUKU MORONENE DI TAMAN NASIONAL RAWA AOPA WATUMOHAI (The Ethnobotany Study of Moronene Ethnic Community in Rawa Aopa Watumohai National Park) Heru Setiawan* dan Maryatul Qiptiyah** *Balai Penelitian Kehutanan Makassar Jl. P. Kemerdekaan Km 16 Makassar Sulawesi Selatan Indonesia Telp./Fax. (0411) 554049/554051 Email: hiero_81@yahoo.com **Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Jl. Palagan Tentara Pelajar Km. 15, Purwobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta, Indonesia Diterima 22 Oktober 2013; revisi terakhir 26 Juni 2014; disetujui 27 Juni 2014 ABSTRAK Masyarakat adat Suku Moronene yang tinggal di kawasan hutan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TN. RAW) mempunyai interaksi yang sangat kuat dengan alam dan lingkungan di sekitarnya. Interaksi tersebut melahirkan kearifan dalam mengelola sumberdaya alam agar dapat bermanfaat secara berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk-bentuk pemanfaatan tumbuhan oleh masyarakat adat Suku Moronene. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey lapang dengan kegiatan meliputi wawancara, identifikasi jenis tanaman dan analisis data. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara semi terstruktur dengan responden. Setelah pengumpulan data, dilakukan pengumpulan spesimen tumbuhan yang didampingi oleh informan kunci. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Pemanfaatan tumbuhan oleh masyarakat adat Suku Moronene terbagi menjadi tiga kelompok besar yaitu untuk kebutuhan pangan, obat-obatan dan adat istiadat. Pemanfaatan tumbuhan oleh masyarakat teridentifikasi sebanyak 124 jenis, meliputi 68 jenis untuk sumber pangan, 65 jenis untuk obat-obatan dan 10 jenis untuk kepentingan adat. Kata kunci : Etnobotani, Suku Moronene, Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai ABSTRACT The Moronene ethnic living in the forests of Rawa Aopa Watumohai National Park has strong interaction with nature and environment around the park. The interaction of indigenous people with their environment produced the wisdom to manage the natural resources for sustainable benefit. This study was aimed to comprehend various forms of plants utilization by this local community. The method used is field survey, included interviews, plant identification and data analysis. The data was collected by semi-structured interviews with respondents. Plant specimen collection was conducted together with key informants. The data were analyzed with descriptive qualitative method. The utilization of plants by indigenous peoples of Moronene tribe is divided into three major groups, including for food, medicine and traditional ceremony. As much as 124 species, including 68 species for food, 65 species for medicine and 10 species for traditional ceremony were identified. Keywords : Ethnobotany, Moronene ethnic, Rawa Aopa Watumohai National Park I. PENDAHULUAN Bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk, terdiri dari berbagai suku bangsa, agama dan bahasa. Menurut Na’im dan Syaputra (2010), jumlah suku bangsa di Indonesia secara keseluruhan mencapai lebih dari 1.300 suku bangsa dengan masing-masing kearifan lokal yang diwariskan secara turun temurun. Menurut Nopandry (2007) secara tradisional, masyarakat adat memiliki kearifan lokal yang merupakan potensi dan kekuatan dalam pengelolaan suatu kawasan hutan. Hal ini dapat dilihat dari keberadaan mereka yang selalu diiringi dengan eksistensi hutan selama beratus-ratus tahun yang merupakan suatu bukti peradaban dalam pelestarian hutan. Salah satu suku bangsa di Propinsi Sulawesi Tenggara yang mendiami sebagian wilayah Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TN. RAW) adalah Suku Moronene. Masyarakat adat Suku Moronene telah menempati kawasan tersebut jauh sebelum