Sukoharsono: Refleksi Ethnografi Kritis ... Page 1 Reproduksi: Artikel ini telah dipublikasikan di AUDI: Jurnal Akuntansi dan Bisnis, Vol. 4. No 1. 2009, Pp 91 - 109. Universitas Udayana. Refleksi Ethnografi Kritis: Pilihan Lain Teknik Riset Akuntansi Eko Ganis Sukoharsono Program Internasional Akuntansi Jurusan Akuntansi Universitas Brawijaya Abstraksi Artikel ini bertujuan menawarkan metode Ethnografi Kritis (EK) untuk mengeksplorasi penomena akuntansi dalam organisasi. EK merupakan alternatif untuk menemukan ’kebenaran’ peran akuntansi dalam organisasi. Akuntansi telah dipahami sebagai bentuk lain dari sosial kemasyarakatan yang syarat nilai-nilai sosial, politik dan budaya. EK mempunyai cara tersendiri dalam mengungkapkan telaah ini. Artikel ini menyajikan pola mudah dalam mengagendakan riset dengan EK. Latar belakang secara ontologi dan epistemologi juga dibahas dalam laporan ini. Tiga contoh pembentukan laporan dengan EK disajikan untuk memberikan gambaran bagaimana proses dan laporan riset dapat diselesaikan. Pendahuluan Ethnografi Kritis (Critical Ethnography) tidaklah baru untuk mengkaji ilmu akuntansi. Ethnografi Kritis (EK) digunakan ilmu akuntansi untuk menjelaskan penomena sosial dan kultur yang ‘hidup’ ditengah-tengah kehidupan masyarakat. Sukoharsono (2004) adalah salah satu contohnya. Melalui pendanaan dari Technical and Professional Skills Development Sector Project (ADB Loan No. 1792-INO) Universitas Jember, Sukoharsono (2004) mengeksplorasi manajemen internal dilingkungan UPT PSPB dengan memanfaatkan Ethnografi Kritis (EK). Menurut Spradley (1997:3), EK adalah pekerjaan mendeskripsikan suatu kebudayaan dimana tujuan utamanya adalah memahami suatu pandangan hidup (baca, berorganisasi atau berprofesi) dari sudut pandang penduduk asli (baca, orang-orang atau karyawan dengan pengabdian lama dalam organisasi yang bersangkutan). Menurut Wolcott (1984 [1973], 1999) seperti yang ditulis dalam Berg (2004), EK adalah proses awal yang mencoba untuk mendeskripsikan secara kritis dan meginterpretasikan ekspresi-ekspresi sosial antar manusia dan kelompok-kelompok. EK merupakan suatu studi tentang kebudayaan/fenomena sosial dalam ilmu akuntansi yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menginterpretasikan budaya/fenomena tersebut dari sudut pandang pelaku aslinya. Setting dari riset EK sendiri sifatnya natural/ alami. Sukoharsono (2006) secara jelas memberikan ruang yang luas dalam memanfaatkan teknik EK dalam mengeksplorasi kehidupan akuntansi ditengah-tengah interaksi sosial kemasyarakatan. Riset EK bukan sekedar pengamatan atas tingkah laku manusia tetapi juga memaknai tingkah laku tersebut yang dapat dibingkai dalam kehidupan keilmuan akuntansi. Menurut Geertz (1973) dalam Berg (2004), EK merupakan sebuah pencarian makna melalui interpretasi informan. Dalam konteks riset akuntansi, metode EK merupakan studi lapangan yang ditujukan untuk menggali meaning yang muncul dari interaksi sosial di antara orang- orang di tengah masyarakat yang mempraktekkan akuntansi.