I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam usaha ternak, pakan merupakan salah satu faktor yang bukan saja mempengaruhi tingkat produksi, tetapi juga mempengaruhi biaya produksi yang harus ditanggung peternak. Secara umum biaya yang dikeluarkan untuk pemberian pakan mencapai 70% dari total biaya produksi. Karena itu, peternak perlu melakukan berbagai upaya untuk menekan tingginya proporsi biaya pakan tersebuy, antara lain dengan berusaha menyusun ransum sendiri. Kita bisa membuat ransum sendiri dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah didapat. Gunakan bahan-bahan pakan yang tidak bersaing dengan kebutuhan manusia, harganya murah, memiliki nilai gizi yang cukup tinggi, tersedia secara kontinyu, disukai ternak serta tidak membahayakan bagi ternak yang memakannya. Salah satu bahan yang bisa kita gunakan untuk pakan ternak adalah ampas tahu. Bahan ini cukup mudah didapat dengan harga murah. Bahkan di beberapa lokasi, kita bisa memperolehnyasecara cuma-cuma. Ditinjau dari komposisi kimianya ampas tahu dapat digunakan sebagai sumber protein. Kandungan protein ampas tahu mencapai 8,66%; kandungan lemaknya 3,79%, air 51,63% dan abu 1,21%. Namun ampas tahu memiliki kelemahan sebagai bahan pakan yaitu kandungan serat kasar dan air yang tinggi. Kandungan serat kasar yang tinggi menyulitkan bahan pakan tersebut untuk dicerna ternak dan kandungan air yang tinggi dapat menyebabkan daya simpannya menjadi lebih pendek. Ampas tahu basah akan segera menjadi asam dan busuk dalam 2-3 hari, sehingga tidak disukai ternak itik.