128 ZIRAA’AH, Volume 28 Nomor 2, Juni 2010 Halaman 128-134 ISSN 1412-1468 PENGARUH KETERBUKAAN LAHAN TERHADAP KEANEKARAGAMAN HAYATI ARTROPODA TANAH (Effect of Opening Area on Diversity of Soil Arthopods) Teguh Pribadi Progam Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian Universitas PGRI Palangka Raya, Jalan Hiu Putih – Tjilik Riwut Km. 7 Palangka Raya – Kalimantan Tengah, Kode Pos 73112, Telp. +62536 3220778, Fax +62536 3224409, Email tgpribadi@gmail.com ABSTRACT Soil arthropods are one of diverse and abundance ecosystem biotic components. Soil arthropods are important organism in ecosystem, example in decomposition process, nutrient mineralization and soil engineering. Research conducted to know opening area on abundance and diversity pd soil arthropods. Thirteen sampling plot was placed on two respectively habitats, open area and area with tree canopy. Four pitfall traps was used as trapping for active arthropods on soil surface in sampling plots respectively. Specimens were collected and identified in morphospecies base on their taxa. Species richness was analyzed by interpolation ACE. Diversity measurements were counted by Shannon-Weaver’s index, evenness in Simpson index and dominance index. Beta diversity was measured in Sorenson’s index. Different habitat in biodiversity was analyzed on Anova’s and t-test were. Tree canopy area has higher biodiversity than open area. Tree canopy area show more abundance, Alpha diversity (F = 1.11; p = 0,000) and species evenness (F = 1.59; p = 0,000) than open area. However, dominance species in open area higher than tree canopy area (F = 1.30; p = 0.000). Key words: Soil arthropod, tree canopy area, biodiversity, pitfall traps. PENDAHULUAN Istilah biodiversitas pertama kali diperkenalkan pada tahun 1987 dan menjadi isu sentral pada dekade 1990 sampai sekarang. Biodiversitas didefinisikan sebagai variabilitas (keberagaman) antar organisme hidup dari semua habitat dan bagian dari kompleksitas eksosistem (Speight et al. 1999). Keanekaragaman bersinomin dengan macam dan secara umum digunakan didalam siklus ekologis yang terkait dengan variasi, atau jumlah (spesies di dalam komunitas atau gradien lingkungan) atau beberapa unit logik pada lingkungan (Price 1997). Keanekaragaman hayati meliputi tingkatan mulai dari gen, spesies dan eksosistem termasuk juga pada tingkatan proses di dalam eksosistem (Speight 1999). Keanekaragaman hayati dapat dinilai dan dikuantifikasi dengan menggunakan suatu nilai tertentu yang dinamakan dengan indek keanekaragaman. Pengukuran keanekaragaman hayati didasarkan pada jumlah jenis dan heteregonitas suatu spesies di dalam suatu habitat (Krebs 2002). Kombinasi antara jumlah spesies (species richness/kekayaan jenis) dan kelimpahan relatifnya (species evenness/kemerataan jenis) inilah yang didefinisikan sebagai keanekaragaman spesies (Molles 2008).