1 DESAIN KURIKULUM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI (PENGEMBANGAN DIKLAT SISTEMIK MODEL ADDIE) 1 Oleh: Cepi Safruddin Abd. Jabar (Prodi: Manajemen Pendidikan – FIP UNY) Pendidikan & Latihan (Diklat) pegawai negeri sipil (PNS) baik pre/in service merupakan upaya strategis lembaga karena fungsinya yang sentral dalam mendukung kemampuan efektivitas lembaga dalam mencapai tujuan dan pengembangan kelembagaan di masa yang akan datang karena sifatnya yang merupakan investasi jangka panjang. Keberadaan aparat yang memiliki kompetensi tinggi dan up to date merupakan modal kuat bagi lembaga dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya secara efektif. Peningkatan kompetensi SDM aparatur merupakan tanggung jawab pemerintah mengingat salah satu fungsi utamanya adalah membangun kompetensi SDM lembaga yaitu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap untuk dapat melaksanakan tugas jabatan dengan profesional (PP nomor 101 tahun 2000). Agar fungsi membangun kompetensi SDM efektif, pemerintah perlu menyiapkan baik infrastruktur (hardware) maupun program (software). Program-program pelatihan yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi SDM (Competency-based Training) membutuhkan struktur kurikulum dan silabus yang berbasis kompetensi yang sering diistilahkan sebagai KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi) atau Competency-based Curriculum. Dengan menggunakan pendekatan KBK, unit Diklat yang merupakan kepanjangan pemerintah akan dapat memastikan kompetensi-kompetensi apa saja yang dibutuhkan oleh lembaga/unit-unit di bawahnya, bagaimana mengukur pencapaian kompetensi yang dilatih, serta indikator-indikator apa saja yang diterapkan untuk mengetahui apakah aparat telah menguasai kompetensi yang diberikan. Mendesain kurikulum pelatihan berbasis kompetensi berarti menggunakan profil kompetensi sebagai dasar untuk melakukan analisa kebutuhan pelatihan (TNA) yang hasilnya adalah menetapkan Success Profile dari setiap unit yang selanjutnya dipakai untuk menentukan silabus dan kurikulum pelatihan yang akan disusun. Dalam uraian selanjutnya, penulis mencoba akan sedikit menguraikan hal yang terkait dengan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan dengan menitik beratkan pada pembahasan desain instruksional pelatihan. A. Dasar Desain Instruksional dalam Pelatihan Banyak model desain instruksional yang kita ketahui banyak diaplikasikan dalam banyak sistem pembelajaran. Salah satunya adalah model yang menyarankan bahwa lingkungan pembelajaran yang paling efektif bagi proses pembelajaran adalah yang berbasis problem dengan melibatkan peserta didik dalam empat fase pembelajaran (5 Principles of Instruction, Merril, D. 2002: 2) yaitu (1) aktivasi pengalaman sebelumnya, (2) demonstrasi keterampilan, (3) aplikasi 1 Disampaikan pada Seminar Penyusunan Draft Desain Kurikulum Diklat Manajemen Perkantoran pada Badan Diklat Propinsi DI Yogyakarta – 25 Mei 2011