LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN 2014 KELOMPOK 7 Abstrak— Sistem respirasi memiliki fungsi utama untuk memasok oksigen ke dalam tubuh serta membuang CO2 dari dalam tubuh. Oksigen dimanfaatkan oleh organisme perairan untuk proses respirasi dan untuk menguraikan zat organik oleh mikroorganisme. Praktikum ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jumlah oksigen yang digunakan dalam pernafasan Carassius auratus dan Gryllus sp. Metode yang digunakan adalah metode Winkler dan mikro Winkler untuk mengukur penggunaan oksigen pada Carassius auratus. Sedangkan untuk mengukur penggunaan oksigen pada Gryllus sp. menggunakan respirometer. Prinsip kerja dari metode Winkler adalah titrasi iodometri. Prinsip kerja dari respirometer adalah pertukaran oksigen dan karbondioksida. Hasil yang diperoleh adalah pada metode Winkler dibutuhkan titrasi Na2S2O3 sebanyak 18 tetes untuk wadah tanpa ikan dan 17 tetes untuk wadah berisi ikan sedangkan mikro Winkler membutuhkan 7 tetes pada wadah tanpa ikan dan 6 tetes pada wadah berisi ikan. Penggunaan oksigen pada Carassius auratus sebanyak 0,025 mg/L setiap jam setiap berat gram tubuhnya. Sedangkan Gryllus sp. sebanyak 1,340 ml setiap gram tubuhnya. Kata Kunci —Dissolved oxygen, respirasi, respirometer, Winkler I. PENDAHULUAN ISTEM respirasi memiliki fungsi utama untuk memasok oksigen ke dalam tubuh serta membuang CO2 dari dalam tubuh [1]. Respirasi dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu respirasi eksternal dan respirasi internal. Respirasi eksternal adalah proses pertukaran gas antara darah dan atmosfer sedangkan respirasi internal adalah proses pertukaran gas antara darah sirkulasi dan sel jaringan tubuh yang berlangsung di dalam seuruh sistem tubuh [2]. S Fungsi dari sistem pernapasan adalah untuk mengambil oksigen dari atmosfer ke dalam sel-sel tubuh dan untuk mentranspor karbon dioksida yang dihasilkan sel-sel tubuh kembali ke atmosfer. Organ-organ respiratorik juga berfungsi dalam produksi wicara dan berperan dalam keseimbangan asam basa, pertahanan tubuh melawan benda asing, dan pengaturan hormonal tekanan darah [3]. Oksigen yang diperoleh hewan dari lingkungannya digunakan dalam proses fosforilasi oksidatif untuk menghasilkan ATP. Sebenarnya, hewan dapat menghasilkan ATP tanpa oksigen. Proses semacam itu disebut respirasi anaerob. Akan tetapi, proses tersebut tidak dapat menghasilkan ATP dalam jumlah banyak. Respirasi yang dapat menghasilkan ATP dalam jumlah banyak ialah respirasi aerob. Dalam proses anaerob, sebuah molekul glukosa hanya menghasilkan 2 molekul ATP, sementara dalam proses aerob, molekul yang sama akan menghasilkan 36 atau 38 molekul ATP. Oleh karena itu, hamper semua hewan sangat bergantung pada proses respirasi (pembentukan ATP) secara aerob. Respirasi sel (internal) akan menghasilkan zat sisa berupa CO2 dan air, yang harus segera dikeluarkan dari sel [1]. Secara sederhana, reaksi yang terjadi dalam proses respirasi adalah sebagai berikut : C6H12O6 + 6O2 6CO2 + 6H2O + Energi Oksigen adalah salah satu unsur kimia penunjang utama kehidupan. Dalam air laut, oksigen dimanfaatkan oleh organisme perairan untuk proses respirasi dan untuk menguraikan zat organik oleh mikroorganisme. Ketiadaan oksigen dalam suatu perairan akan menyebabkan organisme dalam perairan tersebut tidak dapat hidup dalam waktu yang lama [4]. Praktikum ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jumlah oksigen yang digunakan dalam pernafasan Carassius auratus dan Gryllus sp. Pengkuran konsumsi oksigen pada Carrasius auratus menggunakan metode Winkler dan mikro Winkler. Sedangkan pengukuran konsumsi oksigen pada Gryllus sp. menggunakan respirometer. II.METODOLOGI A. Waktu dan Tempat Praktikum Praktikum ini dilaksanakan pada tanggal 23 April 2014 pada pukul 07.30-selesai di Laboratorium Zoologi jurusan Biologi ITS. B. Alat dan Bahan Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini yaitu 2 wadah untuk penentuan konsumsi oksigen, 2 botol Winkler, 2 Erlenmeyer 250 ml, 2 gelas beaker, neraca analitik, 4 pipet tetes, 1 buah statif, aliminium foil secukupnya, 2 syringe 10 ml, 2 syringe 1 ml, 1 buah respirometer, stopwatch dan kapas secukupnya. Bahan-bahan yang dibutuhkan dalam praktikum ini yaitu 1 ekor ikan komet (Carassius auratus), 5 ekor jangkrik (Gryllus sp.), larutan MnSO4, larutan alkali iodide, H2SO4 pekat, larutan Na2S2O3, larutan amilum 1%, KOH 1%, eosin dan air. C.Cara Kerja 1. Penentuan konsumsi oksigen ikan Disiapkan 2 toples kaca berisi air dengan volume dan dari sumber yang sama. Ikan yang akan diukur Respirasi Miftahur Rohmah (1511100061) Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 Indonesia e-mail: miftahur11@mhs.bio.its.ac.id 1