The Relationship of Giving Exclusive Breastfeeding to Nutritional Status of 0-6 Months Infants in Rajabasa Bandar Lampung Health Center Area. Sari IP, Angreini DI, Wahyuni A, Apriliana E. Faculty Medical of Lampung University Abstract Breastmilk is the ideal food for baby growth. Exclusive breastfeeding is very useful in the nutrition fulfillment and infant protection against disease. The aim of this research was to determine the relationship of giving exclusive breastfeeding to nutritional status of 0-6 months infants in Rajabasa Bandar Lampung health center area.The design of this study was analytic observational design with cross sectional approachment. This study was held in Rajabasa health center, Bandar Lampung city, during november-december 2013. In this study, statistical test wasusing chi-square test.The result showed that 70 % of respondents were on 20- 30 years old, 82,86 % worked as housewife, 42,86% respondents were high school graduates and including high educational person. There were 45,71% of child which is exclusive breastfeeding and 54,29% of child which hasn`t exclusive breastfeeding. From bivariate statistic analysis showed that there are significant association between giving exclusive breastfeeding to nutritional statusin Rajabasa Bandar Lampung health center area with p<0,035. Keyword : exclusive breastfeeding, infants, nutriotional status. Hubungan Pemberian ASI Eksklusif terhadap Status Gizi Bayi Usia 0-6 Bulan di Wilayah Puskesmas Rajabasa Bandar Lampung Abstrak Air susu ibu (ASI) merupakan makanan yang ideal untuk tumbuh kembang bayi. Pemberian ASI eksklusif bermanfaat dalam pemenuhan gizi dan perlindungan bayi dalam melawan serangan penyakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif terhadap status gizi bayi usia 0-6 bulan di wilayah Puskesmas Rajabasa Bandar Lampung. Jenis penelitian adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian dilakukan di wilayah Puskesmas Rajabasa Kota Bandar Lampung selama bulan November- Desember 2013. Hasil penelitian menunjukan bahwa ibu yang menjadi responden berusia antara 20–30 tahun sebesar 70% dengan bekerja sebagai ibu rumah tangga sebesar 82,86%, tingkat pendidikan ibu adalah SMA sebesar 42,86 yang tergolong pendidikan tinggi. Anak yang mendapat ASI ekslusif sebesar 45,71% dan anak yang tidak mendapat ASI ekslusif sebesar 54,29%. Nilai statistik hubungan antara pemberian ASI eksklusif terhadap status gizi bayi di wilayah Puskesmas Rajabasa Bandar Lampung adalah p<0,035. Simpulan, hubungan bermakna antara pemberian ASI eksklusif terhadap status gizi bayi. Kata kunci : asi ekslusif, bayi, status gizi.