BAB II ISI Lafadz dari segi kejelasan maknanya dibagi menjadi dua,yaitu a. Lafadz jelas adalah lafadz yang sudah terang maksudnya, untuk mengetahui arti atau maksudnya tidak membutuhkan indikasi-indikasi atau penjelasan dari luar . b. Lafadz yang tidak jelas adalah lafadz yang belum jelas makna yang dimaksud kecuali dengan membutuhkan penjelasan dari luar. 1. Lafadz jelas Lafadz yang jelas kepenunjukan maknanya dibagi menjadi 4 macam, a. Dhohir b. Nash c. Mufassar d. Muhkam Penjelasan tentang lafadz-lafadz yang jelas sudah diuraikan di bab sebelumnya. 2. Lafaz tidak jelas Lafaz tidak jelas kepenunjukan maknanya dibagi menjadi 4 macam, yaitu diurutkan dari kekuatan kesamarannya. Urutan tersebut adalah: a. Khafi b. Musykil c. Mujmal d. Mutasyabih Yang paling tinggi kekuatan kesamarannya adaah mutasyabih kemudian mujmal, kemudian musykil dan yang paling rendah tingkatannya adalah khofi. Ini semua adalah kebalikan dari lafadz-lafadz yang jelas seperti : muhkam, mubayyan, mufassar dan dhohir. Sebab dibaginya tingkatan lafadz disini adalah ketidakjelasan lafadz ini ada yang kembali ke lafadz itu sendiri atau karena faktor luar. Jika kesamaran disebabkan oleh faktor luar bukan dari lafadz maka dinamakan khofi, kesamaran yang kembali pada lafadz itu sendiri dan masih mungkin diketahui maksudnya dengan menggunakan akal, maka dinamakan musykil. Kemudian yang maksudnya diketahui dengan dalil bukan dengan akal disebut mujmal. 2