PROSIDING ISBN : 978 – 979 – 16353 – 6 – 3 Makalah dipresentasikan dalam Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika dengan tema Matematika dan Pendidikan Karakter dalam Pembelajaranpada tanggal 3 Desember 2011 di Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UNY P – 1 Proses Berpikir Kreatif Siswa Sekolah Dasar (SD) Berkemampuan Matematika Tinggi Dalam Pemecahan Masalah Matematika Terbuka Abdul Aziz Saefudin Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Yogyakarta Email: aa_ziz@yahoo.com ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir kreatif siswa SD berkemampuan matematika tinggi dalam pemecahan masalah matematika terbuka. Pengungkapan proses berpikir ini dilakukan pada siswa kelas V SD dengan mengambil subjek minimal satu orang dari siswa berkemampuan matematika tinggi (skor 75). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses berpikir kreatif siswa berkemampuan matematika tinggi dalam memecahkan masalah matematika terbuka adalah sebagai berikut. Dalam membangun ide, subjek berkemampuan tinggi membangun ide penyelesaian dari bilangan-bilangan yang diketahui, konsep pemfaktoran, penjumlahan dan pembagian bilangan, serta strategi estimasi dengan pertimbangan yang bersifat konseptual dan intuitif. Dalam tahap mensintesis ide, subjek berkemampuan matematika tinggi mensintesis ide dengan cara pemfaktoran dari bilangan yang diketahui dan strategi estimasi. Dalam tahap merencanakan penerapan ide, subjek berkemampuan tinggi merencanakan penerapan ide dengan produktif dan lancar serta tidak mempunyai kesulitan yang berarti. Dalam menerapkan ide, subjek berkemampuan tinggi mampu menyelesaikan soal dengan penyelesaian yang baru secara fasih dan fleksibel, tidak melakukan kesalahan dalam penyelesaian soal, dan merasa tertantang menyelesaikan soal dengan beragam cara dan jawaban. Kata kunci: proses berpikir kreatif, pemecahan masalah matematika terbuka PENDAHULUAN Seiring dengan tingkat kompleksitas dalam segala aspek kehidupan modern yang sangat tinggi pada era globalisasi, kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan produktif di kalangan peserta didik sangat mutlak diperlukan. Kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan produktif merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi (high order thinking skill) yang merupakan kelanjutan dari kemampuan berpikir tingkat rendah (low order thinking skill). Hal ini sejalan dengan tujuan pembelajaran matematika yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali peserta didik kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif, dan kemampuan bekerja sama (BSNP, 2006: 416). Dengan demikian, secara khusus, kemampuan berpikir tingkat tinggi tersebut tidak terkecuali kemampuan berpikir kreatif perlu dikembangkan dalam pembelajaran matematika. Kemampuan berpikir kreatif dapat dikembangkan melalui aktivitas-aktivitas kreatif dalam pembelajaran matematika. Aktivitas-aktivitas kreatif tersebut merupakan kegiatan dalam pembelajaran yang mendorong atau memunculkan kreativitas siswa.