Pengaruh Gender dalam Berbahasa dan Bermasyarakat Secara sederhana, bahasa dapat diartikan sebagai alat untuk menyampaikan sesuatu yang terlintas di dalam hati. Namun, lebih jauh bahasa adalah alat untuk beriteraksi atau alat untuk berkomunikasi, dalam arti alat untuk menyampaikan pikiran, gagasan, konsep atau perasaan. Dalam studi sosiolinguistik, bahasa diartikan sebagai sebuah sistem lambang, berupa bunyi, bersifat arbitrer, produktif, dinamis, beragam dan manusiawi. Sebagai gejala sosial bahasa dan pemakaian bahasa tidak hanya ditentukan oleh faktor linguistik, bahasa dipengaruhi oleh faktor sosial dan situasional. Faktor sosial, misalnya, status sosial, tingkat pendidikan, umur, tingkat ekonomi, jenis kelamin, dsb. Faktor situasional, misalnya, siapa yang berbicara, dengan bahasa apa, kepada siapa, kapan, di mana, dan mengenai masalah apa. Aspek pembeda kebahasaan yang tidak selalu ada dalam bahasa, yaitu jenis kelamin. Menurut penelitian memang ada sejumlah masyarakat tutur pria dengan tutur wanita. Dalam penelitian-penelitian linguistik kadang-kadang wanita tidak dipakai sebagai informan karena alasan-alasan tertentu. Seks dalam bab ini dimaksudkan adalah jenis kelamin penutur suatu bahasa. Dalam pemakaian bahasa hubungan antara bahasa, kosa kata, dan jenis kelamin penuturnya dapat ditinjau secara sosiolinguistik. Wanita dan pria memiliki karakteristik yang berbeda dan kemampuan berbeda. Perbedaan kemampuan verbal sering disebabkan oleh faktor gerak anggota badan ekspresi wajah, suara dan intonasi. Perbedaaan bahasa bukan berarti dua bahasa yang sama sekali berbeda dan terpisah, tetapi bahasa mereka tetap satu, hanya saja dalam pemakaian bahasa lelaki dan perempuan mempunyai ciri-ciri yang berbeda. Wanita lebih mempertahankan bahasa sedangkan laki-laki bersifat inovatisi dan pembaharuan. Berdasarkan latar belakang di atas, masalah dalam penelitian ini adalah analisis verbalistis berdasarkan gender, dengan sampel perbedaan bahasa pria dan wanita di kalangan mahasiswa Universitas PGRI Palembang. Secara khusus, dalam penelitian ini dikaji bagaimanakah maksud dan tujuan yang dikemukakan sebuah kalimat dalam percakapan pria dan wanita untuk menentukanapakah ada maksud tertentu dari kalimat tersebut dibandingkan dengan kalimat lainnya.