1 Metaphorical Expression of Anger in Minangkabau Yusrita Yanti Universitas Bung Hatta - Padang Email: yusritay@yahoo.com Abstract All languages provide verbal strategies to convey emotions. For example in English, emotions can be expressed literally such as „irked, angry, furious, etc.‟; and figuratively such as „flipping one's lid‟, „blow a gasket‟ to indicate the emotion anger (Fussell, 2002 in Yanti, Y. 2013). When focusing on word use, we can employ different words or phrases to express the emotion, for example anger. We can see people use emotion word, idiom, metaphor to show their emotion. This paper deals with metaphorical expression of anger in Minangkabau under the perspective of cognitive semantics. Data used in the study are taken from Max Planck Inst. Padang Field Station at Bung Hatta University, and Palanta columns in the Singgalang Newspaper. From the previous research, emotional expression of anger in Minangkabau can be expressed through the use of various forms of vocabularies, such as berang, bangih, marabo, mamburangsang, and manggarutok and the use of metaphor such as marumeh paruik, baro dalam paruik, manggalagak darah, and mangka hati den (Yanti, Y., and Morelent, Y. 2013). In this paper, specifically, I will discuss how Minang people use metaphors to express anger emotion and how metaphors used by English speakers have counterparts in Minangkabau language if it is related to the previous study done by Lakoff & Kōvecses (1987) that “ANGER IS A HOT FLUID IN A CONTAINER” (Kōvecses, 2002). The findings will be discussed in terms of metaphors that map the source domains of container, human body, fruit, onto target domain of anger. Keywords: emotion, anger, metaphor, source domain, target domain. Abstrak Semua bahasa menyediakan strategi verbal untuk menyampaikan emosi, misalnya dalam bahasa Inggris (BIng), emosi marah dapat dinyatakan secara harfiah dengan menggunakan kata irked, angry, dan furious. Kemudian secara figuratif juga dapat diungkapkan dengan kata-kata “flipping one's lid’, ‘blow a gasket’ (Fussell, 2002 dalam Yanti, Y. 2013). Ketika fokus pada penggunaan kata, kita dapat menggunakan kata-kata atau frasa untuk mengekspresikan emosi marah dengan menggunakan kata emosi secara literal, idiom, metafora, dan ironi. Tulisan ini berkaitan dengan ungkapan emosi marah secara metaforis yang digunakan dalam bahasa Minangkabau (BMk) dalam perspektif semantik kognitif. Data yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari Max Planck Inst. Padang Field Station di Universitas Bung Hatta, dan kolom Palanta koran Singgalang. Dari penelitian sebelumnya, ungkapan emosi marah di Minangkabau dapat diungkapkan dengan berbagai bentuk kosakata, seperti berang, bangih, marabo, mamburangsang, dan manggarutok dan penggunaan metafora seperti marumeh paruik, baro dalam, paruik, manggalagak darah, dan mangka hati (Yanti, Y., dan Morelent, Y. 2013). Lebih lanjut, makalah ini membahas secara khusus bagaimana emosi marah diungkapkan melalui metafora dan bagaimana metafora tersebut berhubungan dan memiliki kesamaan dengan penelitian dilakukan oleh Lakoff & Kōvecses (1987) bahwa "KEMARAHAN merupakan cairan panas dalam sebuah kontainer” (Kōvecses, 2002). Dari analisis data akan didiskusikan sejumlah metafora yang memetakan ranah sumber (source domain) ke dalam lingkup ranah target (target domain) misalnya kemarahan dianalogikan dengan cairan panas dalam kontainer, kemarahan dianalogikan dengan bagian tubuh manusia yang sakit, dan buah- buahan yang mengkal (muda). Kata kunci: emosi, kemarahan, metafora, ranah sumber, ranah target.