Mengembalikan Kejayaan Bangsa Maritim Usahakanlah agar kita menjadi bangsa pelaut kembali Bangsa pelaut yang mempunyai armada niaga Bangsa pelaut yang mempunyai armada militer Bangsa pelaut yang kesibukannya di laut menandingi irama gelombang lautan itu sendiri (Ir. Soekarno, pada peresmian Institut Angkatan Laut tahun 1953) A. Tinjauan geografis Secara geografis, Indonesia merupakan negeri kepulauan yang luar biasa. Betapa tidak, pantai yang menjadi wilayah Republik Indonesia terbentang sepanjang 81.000 km. Di dalamnya berjejer pulau-pulau yang jumlahnya lebih dari 17.000 pulau besar maupun kecil. Wilayahnya membentang di khatulistiwa diantara 6 o LU sampai 11 o LS dan diantara 96 o BT sampai 141 o BT . Pengertian kepulauan yang demikian itu tidak lagi sekumpulan pulau tetapi lebih tepat disebut “a body of water dotted by island”, bahkan ada yang menyebutnya “a maritim continent” (Wahyono S.K, 2007). Seluruh peri kehidupan di negeri ini berciri maritim, yaitu peri kehidupan yang memanfatkan laut sebagai sumber hidupnya. Kepulauan Indonesia terletak tepat di titik pertemuan jalur komunikasi dunia antara Samudra Pasifik dan Samudara hindiaserta antar Benua Asia dan benua Australia, yang juga menghubungkan kepentingan negara-negar besar dan maju di barat dan Timur, di utara dan Selatan. Dengan letak silang yang snagt strategis ini, secara internasional, Indonesia memiliki nilai yang sangat penting terutama ekonmi dan militer. B. Tinjauan Sejarah Zaman dulu, laut nusantara berperan bukan hanya saja untuk transportasi namun juga komunikasi internasional antar berbagai kerjaan di wilayah nusantara dengan kerajaan-kerajaan lain di mancanegara. Wilayah ini menjadi tulang punggung keberlangsungan bagi Sriwijaya dalam mempertahankan eksistensinya dalam bidang perdagangan. Laut juga menjadi simbol keperkasaan bagi suku bangsa pelaut seperti