1 MENGENAL LINGUISTIK FORENSIK: LINGUIS SEBAGAI SAKSI AHLI Oleh: Iman Santoso Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman Fakultas Bahasa dan Seni – Universitas Negeri Yogyakarta e-mail: iman_santoso@uny.ac.id Abstract Forensic linguistics is a newly emerging branch of applied linguistics. This branch of linguistics embodies a systematic attempt to apply linguistic insights into the field of law. Forensic linguistics examines legal documents, police language as law reinforcers, exchanges in the courtroom, linguistic evidence, linguists as expert witnesses, authorship, plagiarism, and identification of speakers through forensic phonetics. Linguists as expert witnesses are often required to give their judgments about particular legal cases involving linguistic interpretation. This article explores issues pertaining to linguists as expert witnesses, namely: (1) criteria for expert witnesses, (2) ethics as expert witnesses, (3) criteria for measuring the scientific level of linguistic evidence and (4) forms used for conveying linguistic evidence. Keywords: expert witness, ethics, linguistic evidence Abstrak Salah satu cabang linguistik terapan yang relatif baru berkembang adalah linguistik forensik. Cabang linguistik ini merupakan wujud pemanfaatan ilmu bahasa untuk mengkaji fenomena kebahasaan dalam ranah hukum. Bidang kajiannya meliputi bahasa dari dokumen legal, bahasa polisi dan penegak hukum, interaksi di persidangan, bukti-bukti linguistik, linguis sebagai saksi ahli, kepengarangan dan plagiarisme, serta identifikasi penutur. Kehadiran seorang ahli linguistik seringkali sangat diperlukan untuk memberikan pandangan berdasarkan wawasan keahliannya terhadap kasus hukum tertentu. Dalam artikel ini akan dipaparkan hal- hal yang terkait dengan linguis sebagai saksi ahli, yaitu: (1) kriteria sebagai saksi ahli, (2) etika sebagai saksi ahli, (3) kriteria untuk mengukur kadar keilmiahan bukti-bukti linguistik dan (4) format penyampaian bukti-bukti linguistik. Kata Kunci: saksi ahli, etika, bukti-bukti linguistik