1 MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PROJECT BASED LEARNING) Oleh Dewa Gede Agus Putra Prabawa, S.Pd., M.Pd. Bali 2012 --------------------------------------------------------------------------------------------------- A. Latar Belakang Peraturan pemerintah No. 19 Tahun 2005 mengisyratkan bahwa pelaksanaan pembelajaran hendaknya interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi (I2M3). Oleh karena itu tugas pengajar secara berkelanjutkan adalah berinovasi, salah satunya dengan menerapkan model pembelajaran inovatif. Hal itu mesti diawali perubahan paradigma pembelajaran dari teacher learning centered bergeser ke student learning centered. Inovasi menjadi sangat penting manakala pengajar ingin menciptakan pembelajaran yang bermakna. Materi pelajaran yang mengandung jenis pengetahuan deklaratif maupun prosedural tidak cukup dengan penguasaan saja, namun hal terpenting adalah bagaimana pengetahuan tersebut diaplikasikan untuk memecahkan masalah nyata. Misalnya, pada mata pelajaran produktif “Produksi audio Video” di SMK bidang teknologi informasi dan komunikasi jurusan multimedia. Sebagai salah satu mata pelajaran produktif, setiap pembelajar wajib menguasai kompetensi yang telah ditetapkan. Hasil belajar dari mata pelajaran tersebut adalah produk. Penguasaan kompetensi tidak cukup sampai membuat produk, selanjutnya produk itu mesti memiliki nilai guna bagi kehidupan masyarakat. Ini menandakan bahwa pembelajar perlu dibelajarkan menganalisis kebutuhan/masalah masyarakat, menganalisis produk pesaing, dan menganalisis keunggulan/kelemahan rancangan produk sendiri, sehingga produk yang dihasilkan memiliki nilai lebih dari produk-produk yang sudah ada. Dengan demikian penerapan model-model pembelajaran inovatif tidak perlu ditunda lagi. Sesuai amanat Permendiknas No. 23 Tahun 2006 tentang standar kompetensi lulusan. Dinyatakan bahwa lulusan SMK salah satunya dituntut mampu