Awang & Margaretha - Basement Tectonics of Central Java – March 2002 1 INDONESIAN ASSOCIATION OF GEOLOGISTS (IAGI) YOGYAKARTA – CENTRAL JAVA SECTION “GEOLOGY OF YOGYAKARTA AND CENTRAL JAVA” (2002) Lekukan Struktur Jawa Tengah : Suatu Segmentasi Sesar Mendatar Awang H. Satyana Eksplorasi Pertamina MPS (Manajemen Production Sharing), Jakarta Margaretha E.M. Purwaningsih Departemen Geologi, Institut Teknologi Bandung, Bandung ABSTRAK Garispantai utara dan selatan Jawa Tengah menyempit masuk lebih ke dalam membentuk lekukan (indentasi) dibandingkan dengan garispantai utara dan selatan Jawa Barat dan Jawa Timur. Hal ini telah mengundang keingintahuan tentang asal gejala geologi ini dan akibat yang telah ditimbulkannya. Pemeriksaan data geologi yang meliputi data gayaberat, geologi permukaan, citra satelit, dan seismik didukung analisis struktur dan tektonik regional menggiring ke pendapat bahwa sepasang sesar mendatar besar yang saling berlawanan arah dan gerak pergeserannya telah berperan penting atas pembentukan gejala geologi ini. Kedua sesar mendatar tersebut diperkirakan mewakili dua arah elemen tektonik Paleogen Indonesia Barat yaitu arah Sumatra (baratlaut – tenggara) dan arah Meratus (baratdaya – timurlaut). Kedua sesar besar tersebut bertemu di Jawa Tengah dan telah menyebabkan perubahan geologi yang berarti. Lekukan barat garispantai Jawa Tengah di sekitar Cirebon ke arah baratlaut dipikirkan sebagai akibat sesar mendatar dekstral Pamanukan – Cilacap yang berarah baratlaut – tenggara. Lekukan timur garispantai Jawa Tengah di sekitar Semarang ke arah timurlaut diperkirakan sebagai akibat sesar mendatar sinistral Muria – Kebumen yang berarah baratdaya – timurlaut. Kedua sesar besar tersebut telah menimbulkan pembubungan isostatik akibat massa kerak Bumi yang terdorong dan tersempitkan menuju bagian selatan Jawa Tengah. Di kawasan Cilacap - Kebumen, telah terjadi pembubungan maksimum akibat penguncian tektonik oleh bertemunya dua sesar besar itu di sebelah selatan Nusa Kambangan. Kompensasi isostatik atas pembubungan ini terjadi di bagian utara Jawa Tengah dengan tenggelamnya kerak batuan di kawasan ini. Gejala tektonik ini dipikirkan telah menyebabkan lekukan garis pantai utara dan selatan Jawa Tengah, penyingkapan kompleks batuandasar Lok Ulo – Karangsambung di sebelah utara Kebumen, penenggelaman kerak utara Jawa Tengah, dan terputusnya Jalur Pegunungan Selatan di bagian selatan Jawa Tengah. tektonik Jawa Tengah