Volume 2, Nomor 1, Pebruari 2007 Jurnal APLIKASI: Media Informasi & Komunikasi Aplikasi Teknik Sipil Terkini Halaman 16 Jurnal APLIKASI ISSN.1907-753X Identifikasi Kekuatan Batu Kumbung (Batu Putih) Sebagai Salah Satu Alternatif Bahan Bangunan Moh Muntaha Dosen D3 Teknik Sipil FTSP-ITS emai l : mohamad_m74@ce. i t s. ac. i d ABSTRAK Meningkatnya kebut uhan rumah sebagai tempat tinggal menyebabkan semakin bertambahnya j umlah pemakaian bahan bangunan. Hal ini mengakibatkan semakin bervariasinya bahan bangunan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut, seperti batako, paving stone, batu pecah, batu bata, dan batu kumbung (batu putih). Disamping itu, pemakaian bahan bangunan di suatu daerah umumnya dipengaruhi oleh kondisi daerah tersebut. Misalnya di daerah Bangkalan, Gresik, Tuban, Boj onegoro dan Lamongan karena daerah ini banyak terdapat gunung kapur, maka batu gunung ini yang disebut batu kumbung banyak dipakai sebagai bahan bangunan. Metode penelitian dalam studi ini adalah studi teoritis mengenai identifikasi parameter dasar dan kekuatan batuan berdasarkan ketentuan yang ada di Standar Nasional Indonesia (SNI) meliputi berat j enis, kadar air, porositas dan kuat tekan uniaksial batuan. Sedangkan benda uji berupa batu kumbung (batu putih) diambil dari 2 daerah yang mewakili yaitu daerah Bangkalan dan Lamongan. Dari hasil studi menunj ukkan, batu kumbung Lamongan dan Bangkalan mempunyai parameter dasar (berat jenis, kadar air, porositas) yang hampir sama yaitu berat jenis berkisar antara 1.8 gr/ cm 3 , kadar air 0,24 % dan porositas 0,4. Sedangkan kuat tekan uniaksial batu kumbung (batu putih) Lamongan rata-rata 32.5 kg/ cm 2 , untuk batu kumbung (batu putih) Bangkalan adalah rata-rata 22.5 kg/ cm 2 . Mempunyai kekuatan yang lebih tinggi dibandingkan kuat tekan uniaksial batu bata yaitu 11.2 kg/ cm 2 , dan kuat tekan uniaksial batako yaitu 21.2 kg/ cm 2 . akan tetapi lebih rendah dibandingkan kuat tekan batu pecah (batu belah) Kata kunci : Bat u Kumbung, berat j enis, Kuat Tekan 1. PENDAHULUAN Pemakaian bahan bangunan di suatu daerah umumnya dipengaruhi oleh kondisi daerah tersebut. Daerah Bangkalan, Tuban, dan Lamongan merupakan daerah yang banyak terdapat pegunungan kapur, maka di daerah ini bat u dari gunung-gungung ini yang disebut batu kumbung (batu putih) banyak digunakan sebagai bahan bangunan. Di samping di kedua daerah tersebut batu kumbung banyak terdapat di Kabupaten Tuban, Kabupaten Gresik, Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Bangkalan. Didaerah ini bat u kumbung banyak dimanfaatkan sebagai bahan bangunan yaitu sebagai dinding pengganti batu bata dan sebagai pondasi rumah. Gambar 1 di bawah menunj ukkan pemakaian bat u kumbung sebagai bahan dinding pengganti batu bata. Bat u kumbung ini dipilih unt uk diteliti karena sudah banyak dimanfaatkan sebagai bahan bangunan di daerah-daerah tersebut, namun belum banyak diketahui atau diteliti kualitasnya baik parameter-parameter dasarnya maupun kekuatannya. Gambar 1. Batu kumbung untuk Dinding