140 J Peny Dalam, Volume 11 Nomor 3 September 2010 Artikel asli HUBUNGAN ANTARA BEBERAPA PARAMETER ANEMIA DAN LAJU FILTRASI GLOMERULUS PADA PENYAKIT GINJAL KRONIK PRADIALISIS Nyoman Paramita Ayu, Ketut Suega 1 , Gede Raka Widiana 2 Divisi Hematologi dan Onkologi Medik 1 , Divisi Ginjal dan Hipertensi 2 Bagian/SMF Ilmu Penyakit Dalam FK Unud/RSUP Sanglah Denpasar Email: drparamitaayu@yahoo.com ABSTRACT Anemia is one of chronic kidney disease (CKD) complication and it affects many organs including cardiovascular. Early detection and evaluation are important to prevent more serious complications. There is scarce data with regard about correlation between anemia and glomerulus filtration rate (GFR) in pradialysis CKD. Aim of this study is to determine correlation between anemia parameters and GFR, also prevalence of anemia in pradialysis CKD in Sanglah Hospital, Denpasar-Bali. An analytical cross sectional study was carried out in Sanglah Hospital. Samples were selected through simple random sampling. Eighty samples (58 males and 22 females, aged 54 ± 10 years) were included. Prevalence of anemia, serum iron below than 50 ug/dl, transferrin saturation below than 20% and erythropoietin below than 5 mIU/ml was 41.3%, 25%, 20%, and 25% respectively. Using Pearson’s analysis, there were significant correlation between haemoglobin (r = 0.76, p = 0.00) and serum iron (r = 0.29, p = 0.01) with LFG. Using linier regression entering those variables into model, it found formula haemoglobin = 7.63 + 0.13GFR (R-square = 0.58, p = 0.00) and serum iron = 54.71 + 0.48GFR (R-square = 0.08, p = 0.01). There was significant correlation between haemoglobin and serum iron with LFG. Forty one percent pradialysis CKD patients had anemia complication. Keywords: pradialysis CKD, GFR, haemoglobin, serum iron, transferrin saturation, erythropoietin PENDAHULUAN Kasus penyakit ginjal kronik (PGK) saat ini meningkat dengan cepat terutama di negara-negara berkembang. PGK telah menjadi masalah utama kesehatan di seluruh dunia, karena selain merupakan faktor risiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah, meningkatkan angka kesakitan dan kematian dari penyakit bukan infeksi, PGK juga akan menambah beban sosial dan ekonomi baik bagi penderita, keluarga dan juga pemerintah. 1 Data dari National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES) yang melibatkan populasi dewasa Amerika Serikat, terjadi peningkatan prevalensi PGK stadium 1 sampai 4 dari tahun 1988 – 1994 sebanyak 10% menjadi 13,1% pada tahun 1999 – 2004. NHANES juga mendapatkan peningkatan prevalensi PGK pada setiap stadium dari tahun 1988 – 1994 ke tahun 1994 – 2004, yaitu PGK stadium 1 dari 1,7% menjadi 1,8%, stadium 2 dari 2,7% menjadi 3,2%, stadium 3 dari 5,4% menjadi 7,7% dan stadium 4 dari 0,21% menjadi 0,35%. 2 Indonesia sendiri belum memiliki sistem registrasi yang lengkap di bidang penyakit ginjal. Penelitian oleh Prodjosudjadi dan Suhardjono 3 mendapatkan angka prevalensi PGTA yang menjalani hemodialisis per sejuta populasi Indonesia pada tahun