JAI Vol 6. No. 1. 2010 34 Pusat Teknologi Lingkungan, Badan pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Jl. MH. Thamrin No. 8, Jakarta ! ! " ! " ! " !! # ! ! ! ! !$%!! ! !!! % %! ! ! " & " % ! !# %%! !! % %!! # ’(# (# # %%!# !!! )! (!# ! ! " !! %!! ! !! # % ! ! ! !# ! % " ! !!# ! ! *# %!!# # %%!# !!! )! Sungai sebagai salah satu komponen lingkungan yang memiliki fungsi penting bagi kehidupan manusia termasuk untuk menunjang pembangunan perekonomian. Akan tetapi sebagai akibat adanya peningkatan kegiatan pembangunan di berbagai bidang maka baik secara langsung ataupun tidak langsung akan mempunyai dampak terhadap kerusakan lingkungan termasuk didalamnya pencemaran sungai. Pencemaran sungai umumnya berasal dari limbah domestik maupun limbah non domestik seperti limbah dari perumahan, perkantoran, pabrik dan industri. Oleh karena itu pencemaran air sungai dan lingkungan sekitarnya perlu dikendalikan seiring dengan laju pembangunan agar fungsi sungai dapat dipertahankan kelestariannya. 13 ( )!) sistem aliran sungai yang mengalir di wilayah DKI Jakarta sebagian besar berhulu di daerah Jawa Barat dan bermuara di Teluk Jakarta. Dengan demikian sungai di DKI Jakarta merupakan tempat limpahan akhir dari pada buangan2buangan tersebut. Padahal sungai itu sendiri mempunyai banyak fungsi yang sangat penting, antara lain sebagai sumber air baku air minum, perikanan, peternakan, pertanian, dan usaha perkotaan (1) . Kualitas air di wilayah DKI Jakarta sudah sangat mengkhawatirkan, hal ini berdasarkan pemantauan yang dilakukan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta di 13 sungai yang melintasi wilayah Jakarta menunjukkan, baik air sungai maupun air tanah memiliki kandungan pencemar organik dan anorganik tinggi. Akibatnya, air sungai diwilayah DKI Jakarta tidak sesuai lagi dengan baku mutu peruntukkannya yaitu untuk air minum, perikanan, pertanian dan usaha perkotaan lainnya (2) . Diantara 13 sungai yang mengalir di Jakarta, sungai Ciliwung memiliki dampak yang paling luas karena ia mengalir melalui tengah kota Jakarta dan melintasi banyak perkampungan, perumahan padat, dan pemukiman2pemukiman kumuh. Sungai ini juga dianggap sungai yang paling parah mengalami perusakan dan pencemaran limbah domestik dibandingkan sungai2sungai lain yang mengalir di Jakarta (3) . Keterangan di atas menunjukkan bahwa secara umum kondisi perairan di wilayah Jakarta sudah waktunya perlu perhatian yang sangat serius untuk dibenahi pemerintah bersama masyarakat. Usaha pemantauan kualitas air sungai secara berkala perlu terus dilakukan dan usaha2usaha pemerintah bersama masyarakat baik itu usaha penegakan hukum ataupun usaha sosialisasi untuk meningkatkan kualitas lingkungan perairan harus terus dilakukan. Sehingga diharapkan sungai sebagai sumber air bersih untuk kebutuhan hidup manusia yang utama tetap terjaga kualitasnya dan tidak semakin tercemar. ! Tujuan dari tulisan ini adalah melakukan analisa dan evaluasi terhadap kondisi pencemaran air limbah domestik di sepanjang sungai Ciliwung wilayah Jakarta serta memberikan suatu alternatif teknologi yang diharapkan dapat mengurangi beban pencemaran tersebut.