871 PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS PRODUKSI PESTISIDA II DENGAN METODE COMPUTERIZED RELATIONSHIP LAYOUT PLANNING (CORELAP) UNTUK MEMINIMASI MATERIAL HANDLING (Studi Kasus: PT. Petrokimia Kayaku Gresik) FACILITY LAYOUT DESIGN OF PESTICIDE PRODUCTION PLANT II USING COMPUTERIZED RELATIONSHIP LAYOUT PLANNING (CORELAP) METHODS TO MINIMIZE MATERIAL HANDLING (A Case Study in the PT. Petrokimia Kayaku Gresik) Adam Ardyan Arif Wibawanto 1) , Mochamad Choiri 2) , Agustina Eunike 3) Jurusan Teknik Industri Universitas Brawijaya Jalan MT. Haryono 167, Malang, 65145, Indonesia E-mail : adamardyan.lsai@gmail.com 1) , psti.choiri@yahoo.com 2) , agustina.eunike@ub.ac.id 3) Abstrak PT. Petrokimia Kayaku merupakan perusahaan pembuat pestisida, produk hayati dan bahan kimia pertanian lainnya. Saat ini, di lantai produksi pestisida II PT. Petrokimia Kayaku memiliki rencana untuk perluasan dari layout lama ke area yang baru dikarenakan di tempat yang lama memiliki luas area yang sempit, sehingga dalam hal ini dibutuhkan perancangan tata letak fasilitas. Pada penelitian ini dilakukan analisis dan perhitungan mengenai tata letak fasilitas dengan mempertimbangkan hasil perhitungan jarak dan biaya material handling. Jarak dan biaya material handling dari layout existing adalah 219, 5 meter dan Rp 202.099,-/hari. Hasil analisis tersebut digunakan sebagai perbandingan dengan analisis layout usulan. Untuk mendapatkan layout usulan, digunakan perhitungan dan analisis dengan menggunakan metode CORELAP. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa perhitungan metode CORELAP menghasilkan jarak dan biaya material handling yang lebih kecil dari layout existing yaitu 165, 2 meter dan Rp. 130.441,-/hari. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil perancangan tata letak yang dihasilkan dengan metode CORELAP lebih efisien daripada layout existing. Kata Kunci: perancangan, tata letak fasilitas, CORELAP, material handling. 1. Pendahuluan Dalam meningkatkan produktivitas, perusahaan memiliki banyak cara, tetapi cata yang mendasar yang pada umumnya dilakukan adalah pada perancangan tata letak fasilitas perusahaan. Seperti yang disampaikan oleh Wignjosoebroto (2003), “Tata letak pabrik dapat didefinisikan sebagai tata cara pengaturan fasilitasfasilitas pabrik guna menunjang kelancaran proses produksi. Pengaturan tersebut akan memanfaatkan luas area (space) untuk penempatan mesin atau fasilitas penunjang produksi lainnya, kelancaran gerakangerakan material, penyimpanan material (storage) baik yang bersifat temporer maupun permanen, personil pekerja dan sebagainya”. Tata letak fasilitas merupakan suatu produk untuk mendapatkan interelasi yang efisien dan efektif antara pekerja dan peralatan serta pemindahan material dari bagian penerimaan, fabrikasi menuju bagian pengiriman produk jadi disampaikan oleh Apple (1990). PT. Petrokimia Kayaku Gresik merupakan suatu perusahaan yang berkembang dalam industri pestisida dan bahan kimia pertanian lain. Perusahaan mampu memproduksi berbagai macam formulasi pestisida, seperti emulsifiable concentrate, soluble liquid, butiran, tepung, suspension concentrate dan umpan siap pakai. Jenis produk-produk yang telah dihasilkan adalah insektisida, fungisida, herbisida, rodentisida, akarisida, moluskisida, fumigan, zat pengatur tumbuh, surfaktan, termitisida, atraktan, pupuk pelengkap cair, pupuk hayati, dekomposer, probiotik ikan dan ternak. PT. Petrokimia Kayaku Gresik ini melakukan proses produksi sesuai dengan pesanan yang telah diterima atau yang sering dikenal yaitu (make to order) dan proses produksi yang di lakukan adalah proses produksi masal (mass production). Gambar 1. layout merupakan layout yang digunakan saat ini di lantai produksi pestisida II PT. Petrokimia Kayaku Gresik. Pada lantai produksi pestisida II ini memiliki beberapa