Perilaku Persisten Pada Data Inflasi (Kasus Data Inflasi Kota Jayapura) Oleh: Muhammad Fajar 1 I. Latar Belakang Inflasi adalah salah satu fenomena ekonomi yang mempengaruhi kehidupan masyarakat. Inflasi seiring waktunya bergerak fluktuatif sehingga menyebabkan sulitnya memprediksi nilai inflasi yang akan terjadi di masa depan dengan dipengaruhi berbagai faktor seperti permintaan, suku bunga, jumlah uang beredar dan lain-lain. Dalam makalah ini, kita akan menyelidiki salah satu sifat data series keuangan, yaitu fraktalitas, apakah bisa diterapkan pada data inflasi atau tidak, sehingga jika dapat diterapkan kita dapat mengetahui trend pergerakan inflasi di masa depan dan hal itu akan membantu para pengambil kebijakan dalam mengambil keputusan. II. Landasan Teori 2.1 Inflasi Inflasi adalah salah satu fenomena ekonomi dimana terjadi proses peningkatan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus. Dengan kata lain, inflasi dalam lingkup moneter terjadi akibat jumlah uang yang beredar dimasyarakat terlalu banyak sehingga menyebabkan menurunnya nilai mata uang secara riil dan terus menerus. Secara umum, menurut penyebabnya inflasi terbagi ke dalam 3 macam, yakni: Pertama, tarikan permintaan (demand-pull inflation). Inflasi ini timbul apabila permintaan agregat meningkat lebih cepat dibandingkan dengan potensi produktif perekonomian. Kedua, dorongan biaya (cosh-push inflation). Inflasi ini timbul karena adanya depresiasi nilai tukar, dampak inflasi luar negeri terutama negara-negara partner dagang, peningkatan harga-harga komoditi yang diatur pemerintah (administered price), dan terjadi negative supply shocks akibat bencana alam dan terganggunya distribusi. Ketiga, ekspektasi inflasi. Inflasi ini dipengaruhi oleh perilaku masyarakat dan pelaku ekonomi apakah lebih cenderung bersifat adaptif atau forward looking. Hal ini tercermin dari perilaku pembentukan harga di tingkat produsen dan pedagang terutama pada saat menjelang hari-hari besar keagamaan dan penentuan upah minimum regional. Data inflasi yang biasa di-release dihitung dari laju indeks harga konsumen. Indeks harga konsumen (IHK) menurut BPS adalah suatu indeks yang menghitung rata-rata perubahan harga dalam suatu periode, dari suatu kumpulan barang dan jasa yang dikonsumsi oleh penduduk/rumah tangga dalam kurun waktu tertentu. Jenis barang dan jasa tersebut dikelompokkan menjadi 7 kelompok yaitu bahan makanan; makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau; perumahan; sandang; kesehatan; pendidikan, rekreasi, dan olahraga; transpor dan komunikasi. Walaupun penggunaan tahun dasar penghitungan IHK dari periode yang berbeda tetapi secara teori nilai inflasi yang dihasilkan tetap sama. 2.2 Fraktal Bahasa Inggris dari fraktal adalah fractal. Istilah fractal dibuat oleh BenoƮt Mandelbrot pada tahun 1975 dari kata Latin fractus yang artinya "patah", "rusak", atau "tidak teratur". Sebelum Mandelbrot memperkenalkan istilah tersebut, nama umum untuk struktur semacamnya, misalnya bunga salju Koch. 1 Alumni STIS, sekarang bekerja di BPS sebagai Kasie Statistik Sosial BPS Kab. Waropen.