Page | 1 – Memaknai Doling Dona Do Bupati Sanggau, PH. MEMAKNAI “DOLING DONA DO” BUPATI PAULUS HADI Oleh Dr. Erdi, M.Si; Dosen FISIP UNTAN Seperti diceritakan oleh Shon Afgato, pengarang lagu “Doling Dona Do” yang kini popular di masyarakat Kabupaten Sanggau, adalah sebuah “prokem” setara dengan lagu “Nina Bobo”. Prokem ini berasal dari Dayak Bidayuh, Sub Etnis Golik yang sebenarnya tidak memiliki makna terlalu berarti. Prokem itu biasa dinyanyikan warga Dayak Golik untuk menidurkan anak mereka. Shon Afgato kemudian mengisi nada yang sudah ada itu dengan lirik local agar lebih bermakna dan mudah difahami oleh masyarakat. Tujuannya adalah untuk membentuk kebersamaan, mengubah struktur nilai internal dan mewujudkan tindakan bersama untuk satu tujuan utama. Kontek ini, dalam Administrasi Publik temasuk ke dalam Internalizing Policy seperti dimaksud Soederberg dkk (2005) dalam kontek memperkenalkan Internalizing Globalization agar masyarakat dan pemerintah memahami dan mengantisipasi gerakan-gerakan global yang siap menyerang dan mengkikis habis budaya lokal. Semula, lagu “Doling Dona Do” yang kini telah diproduksi oleh Benua Kenyalang Entertainment Studio ini dicipta dan digunakan untuk keperluan kampanye politik than 2014 yang lalu agar masyarakat Sanggau yang waktu itu sedang melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), dapat bersatu untuk hanya memilih pasangan yang sudah senafas dengan pemerintah provinsi dibawah pimpinan Gubernur Cornelis dan telah pula menjadi bagian dari pemerintahan daerah sebelumnya. Konsep menyatukan visi dan tujuan ini ternyata berhasil dilakukan oleh salah satu pasangan bupati dan wakil bupati sehingga membawa pasangan Paulus Hadi, S.IP; M.Si dan Drs. Yohanes