Phytobiotic Green Additive, Alternatif Mewujudkan Peternakan Bebas Polusi dan Produk Ayam Broiler Yang Aman Oleh: Etha ‘Azizah Hasiib*) Peternakan ayam broiler merupakan salah satu sektor usaha peternakan yang berkembang sangat pesat. Pada 2014, populasi ayam broiler di Indonesia mencapai 1,48 milyar ekor (BPS, 2014). Populasi ini terus meningkat secara signifikan dari tahun ke tahun seiring dengan peningkatan permintaan daging ayam di pasaran. Permintaan yang meningkat ini selaras dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi protein hewani. Daging ayam sebagi salah satu penyumbang sumber protein hewani terbesar harus selalu tersedia untuk jangka kedepannya, sehingga sistem usaha peternakan haruslah berorietasi pada sistem usaha peternakan berkelanjutan. Industri peternakan pada akhir-akhir ini menjadi trending topic dalam sistem usaha peternakan berkelanjutan. Sistem usaha ini diprediksikan tidak akan menjadi sistem usaha yang berkelanjutan karena memiliki efek negatif terhadap konsumen. Teknologi pakan ayam broiler diduga menggunakan antibiotik. Keberadaan antibiotik yang tidak terkendali dapat menyebabkan tumbuhnya beberapa bakteri yang resisten terhadap antibiotik. Adanya bakteri yang resisten dapat membahayakan kesehatan ternak. Selain itu, antibiotik juga dapat menjadi residu dalam produk hasil ternak. Residu ini memengaruhi kesehatan manusia, karena dapat menyebabkan adanya reaksi alergi, keracunan, resistensi mikroba, dan mengganggu fisiologis tubuh manusia. Selain adanya residu yang berbahaya bagi kesehatan, peternakaan ayam broiler juga memiliki efek negatif lainnya yaitu menimbulkan polusi lingkungan yang berasal dari ekskreta. Polusi lingkungan ini berupa bau dan penyebaran gas berbahaya bagi kesehatan. Bau berasal dari dekomposisi nitrogen dan sulfida seperti amonia (NH 3 ), hydrogen sulfide (H 2 S), nitrit, dan nitrat. Polusi udara oleh gas amonia dan H2S dapat mengganggu kesehatan ayam dan kesehatan manusia. Untuk menjadikan usaha peternakan broiler menjadi berkelanjutan maka dibutuhkan alternatif untuk mewujudkan sistem usaha peternakan berkelanjutan. Industri industri perunggasan, khususnya industri pakan ternak harus mengupayakan alternatif pengganti antibiotik. Salah satu alternatif yang dapat dipilih adalah pemanfaatan fitoiotik dalam pakan. Fitobiotik merupakan komponen dari feed