Metode Penelitian Nahwu Tamam Hasan 1 METODE PENELITIAN NAHWU TAMAM HASAN Dr, H, Wildana Margadinata, Lc Didin Chonyta (14750010) Abstract Tamam Hasan ibn Omar Muhammad Dawood born in the village of karnak Qina Egypt on 27 January 1918. He is a leading of scholar of the Arabic language in the Islamic Stuides. The number of error called “lahn” in Arabic speaking trigger Tamam to deepen and researching Nahwu. One of them with reseach mothods Nahwu. This paper will discussion and describe the reseach methods of Nahwu, in particular in the prespective of thought and the theory linguistic of Tamam Hasan. As an Instrument and tool, the Nahwu methods is expected to be a cornerstone of principal procedures in the development of a material substance or methodology of learning Nahwu. Keywords: Methode, Research, Tamam Hasan A. Konteks Penelitian Dalam al-Muqaddimah-nya, Ibnu Khaldun memandang “Ilmu Nahwu” sebagai bagian integral dari seluruh pilar linguistik Arab (‘Ulûm al- Lisân al Arab) yang terdiri empat cabang ilmu, yakni: Ilmu Bahasa (‘Ilm al Lughah), Ilmu Nahwu (‘Ilm al Nahwi), Ilmu Bayan (‘Ilm al Bayân) dan Imu Sastra (‘Ilm al Adab). 1 Disiplin Nahwu ini pada masa formasinya sangat sederhana dan bersifat praktis. Didorong semangat rasa tanggung jawab terhadap agama, ilmu Nahwu dimaksudkan sebagai pelurusan terhadap bacaan-bacaan bahasa Arab (terutama ayat-ayat al-Qur’an) yang dianggap menyalahi bacaan konvensional. Kesalahan-kealahan bacaan tersebut dalam tradisi bahasa dan bangsa Arab disebut “al-Lahn 2 yaitu kekeliruan dalam berbahasa yang karenanya telah dianggap tidak fasih lagi. 1 Ibnu Khaldun, al-Muqaddimah, (Beirut: Dar al-Fikr, tt.). hal. 453 2 Persoalan “lahn” sebenarnya telah mulai muncul sejak nabi SAW masih ada. Terjadi pula pada masa al-Khulafa’ al-Rasyidun. Tetapi lahbaru menjadi perhatian dan kesadaran kolektif terjadi pada masa pemerintahan Bani Umayyah dimana pada masa ini