1 JURNAL ILMIAH KURVA TEKNIK ANALISIS FINANSIAL PEMBANGUNAN BENDUNG PULU DI KABUPATEN BANGLI Oleh : I Made Letra I Nengah Subagia Abstrak Bendung Pulu terletak di aliran sungai Pulu, Kelurahan Bebalang Kecamatan dan Kabupaten Bangli yang dibangun dengan biaya pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Sebagai suatu kegiatan dengan dana besar, maka perlu dilakukan suatu analisis finansial terhadap pembangunan Bendung Pulu untuk mengetahui apakah layak atau tidak layak dari segi finansial, apakah dapat memberikan manfaat kepada sektor pertanian, sehingga bagaiamana korelasinya terhadap peningkatan nilai produksi pertanian Untuk menganalisa aspek finansial dari pembangunan Bendung Pulu digunakan tolok ukur analisis finansial seperti: Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), payback period (PP) dan lnternal Rate of Return (IRR). Sedangkan, untuk analisa korelasinya digunakan metoda kal person. Dari hasil analisa finansial pada tingkat suku bunga pinjaman yang berlaku diperoleh Net Present Value (NPV) benilai positif, Benefit Cost Ratio (BCR) lebih besar dari satu serta Intemal Rate of Retun (iRR) lebih besar dari tingkat suku bunga pinjaman yang berlaku. Sedangkan untuk Korelasi nilai r antara biaya akibat adanya Bendung Pulu dengan nilai produksi pertanian adalah mendekati satu. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa pembangunan Bendung Pulu layak dilihat dari aspek finansial. Dan memiliki korelasi yang sangat kuat terhadap peningkatan nilai produksi pertanian. Kata kunci: Bendung Pulu, analisa finansial, korelasi I. PENDAHULUAN Sektor pengerak perekonamian paling utama wilayah pedesaan pada umumnya yaitu pada sektor pertanian. Sektor ini menampung tenaga kerja paling banyak dibandingkan dengan sektor-sektor yang lain. Dalam mengelola usaha pertanian ketersediaan sumberdaya air merupakan salah satu pendukung utama. Dengan tersedianya air untuk irigasi secara berkesinambungan maka pola tanam pertanian akan dapat dilangsungkan sepanjang tahun, tanpa tergantung dari musim hujan Ketersediaan air irigasi untuk lahan pertanian secara berkesinambungan akan dapat terwujud jika didukung oleh infrastuktur irigasi yang memadai. Infrasturktur irigasi ini terdiri dari jaringan irigasi serta bangunan utama dari irigasi. Adapun bangunan utama dalam bidang irigasi dapat berupa waduk, bendung, stasion pompa ataupun banguna pengambilan bebas. Bendung yang merupakan infrasturtur bangunan utama dalam bidang irigasi mempunyai fungsi meninggikan permukaan air untuk dialirkan kedaerah irigasi yang direncanakan. Dengan adanya bendung ini ketersediaan air untuk keperluan irigasi dapat dipertahankan, sehingga dapat meningkatkan produksivitas lahan pertanian, baik itu tanaman padi maupun palawija serta tanaman hortikultura lainnya.